Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali melanjutkan komitmennya dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui program BISSA (Bersih, Inovatif, Sehat, Sejahtera, Asri), yang berada di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM. Program ini menjadi kelanjutan dari inisiatif sebelumnya yang telah sukses mendirikan bak sampah komunal bagi warga di kawasan bantaran Kali Code. Pada periode terbaru yang berlangsung sejak Juni hingga November 2025, BISSA berfokus pada pembentukan ekosistem ekonomi sirkular sebagai upaya mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dan masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Program BISSA merupakan bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan di tingkat akar rumput. Jika pada tahap sebelumnya kegiatan lebih menekankan pada penyediaan sarana fisik dan edukasi pengelolaan sampah, maka BISSA Batch 2 diarahkan pada pembangunan sistem yang memungkinkan masyarakat untuk mengelola sampah secara produktif dan bernilai ekonomi. Inisiatif utama dari tahap ini adalah pendirian bank sampah komunitas, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dalam menabung dan menukar sampah anorganik seperti plastik, kertas, serta logam menjadi sumber pendapatan tambahan. Melalui mekanisme ini, masyarakat diajak untuk melihat sampah bukan lagi sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah rumah tangga. Aktivitas memilah dan menabung sampah menjadi bagian dari gaya hidup baru yang berkelanjutan. Dengan cara ini, masyarakat berkontribusi langsung terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir serta menghindari praktik pembakaran sampah yang berisiko bagi kesehatan dan lingkungan. BISSA juga mengembangkan pilot project biopori sebagai upaya penanganan sampah organik. Melalui pembuatan lubang biopori di lingkungan warga, sampah organik dapat terurai secara alami dan menghasilkan kompos yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan pertanian rumah tangga. Pendekatan ini menjadi bentuk integrasi antara pengelolaan sampah anorganik dan organik sehingga tercipta sistem pengelolaan yang menyeluruh.
Pelaksanaan BISSA Batch 2 berlangsung di Padukuhan Sendowo, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama kegiatan. Program ini menempatkan warga bukan hanya sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai pengelola dan penggerak utama keberlanjutan program. Masyarakat berperan dalam pengelolaan operasional bank sampah, mulai dari pencatatan transaksi hingga mekanisme pengumpulan dan penjualan hasil daur ulang. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, warga dibekali pengetahuan mengenai prinsip ekonomi sirkular, yaitu sistem ekonomi yang bertujuan mengurangi limbah dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya melalui daur ulang dan pemanfaatan ulang.
Program ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa FEB UGM yang berperan sebagai fasilitator dan pendamping lapangan. Keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan pelaksanaan membuka ruang interaksi yang produktif antara dunia akademik dan masyarakat. Pendekatan ini memperkuat fungsi tridarma perguruan tinggi, di mana kegiatan pengabdian masyarakat menjadi bagian integral dari pembentukan karakter dan kepedulian sosial mahasiswa terhadap isu keberlanjutan.
BISSA Batch 2 berfokus pada pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun pada periode sebelumnya. Setelah bak sampah komunal dan sarana pendukung lain terealisasi di Batch 1, kegiatan kali ini diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas tersebut melalui pembentukan sistem ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Tim pelaksana bersama masyarakat berupaya memaksimalkan pengelolaan sampah dengan mendirikan bank sampah sebagai wadah utama pengumpulan dan pengelolaan sampah anorganik bernilai ekonomi. Selain itu, BISSA Batch 2 juga memperkenalkan beberapa inisiatif baru secara terbatas sebagai proyek percontohan, seperti penerapan lubang biopori untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan, pemantauan, serta perancangan keberlanjutan program agar nantinya dapat berjalan secara mandiri.
Keberlanjutan menjadi kata kunci dalam seluruh rangkaian kegiatan BISSA. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, melainkan juga pada pembentukan sistem sosial-ekonomi yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Melalui integrasi antara aspek kebersihan lingkungan dan nilai ekonomi, BISSA diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat mengenai sampah dan mendorong mereka untuk menciptakan sumber kesejahteraan baru dari aktivitas sehari-hari.
Program BISSA turut mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta poin 12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Melalui pemanfaatan potensi lokal serta kolaborasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah desa, program ini menjadi contoh pengelolaan sampah yang tidak hanya efisien tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Melalui BISSA, FEB UGM berupaya mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendirian bank sampah dan penerapan biopori menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang terarah dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat serta mendorong partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif secara ekonomi.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































