Setelah beberapa tahun terpasang papan bertuliskan Dilarang masuk di depan gang menuju Pantai Kuala Beukah akibat penutupan kawasan tersebut, kini tanda larangan tersebut resmi dicabut dan pantai Kuala Beukah kembali dibuka untuk umum. Pembukaan ini bukan hanya menjadi kabar gembira bagi para pecinta bahari, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi masyarakat peisir yang menggantungkan hidup dari potensi laut dan kunjungan wisata.
Suasana pantai yang dulunya sempat sepi kini kembali ramai didatangi pengunjung, tenda-tenda kecil dari para pedangan yang menyediakan berbagai olahan hasil tangkapan laut, jagung bakar dan kelapa muda juga hadir sebagai penunjang aktivitas wisata sekaligus membantu bangkitnya perekonomian masyarakat setempat. Pantai Kuala Beukah ini sendiri terletak di Gampong Paya Lipah, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur.
Kabar gembira tentang pembukaan kembali Pantai Kuala Beukah pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi Gampong Paya Lipah, yang berisikan pengumuman dibukanya kembali wisata Pantai Kuala Beukah setelah dilakukan banyak pembenahan dari seluruh elemen masyarakat dan perangkat Gampong, khususnya para pemuda setempat.
Pantai yang sempat ditutup akibat banyaknya aksi pungli ini kembali dibuka dengan disediakan tiket masuk yang jelas dan telah diumumkan melalui akun Instagram Gampong, yaitu untuk pengunjung dengan kendaraan sepeda motor hanya perlu membayar tiket seharga Rp.5.000, mobil pribadi Rp.10.000 dan mobil bak Rp.15.000. Untuk sementara waktu tiket ini hanya akan dijual pada hari Minggu dan hari libur Nasional.

Apabila pengunjung masih mendapati adanya aksi pungli di sekitar area masuk pantai maka pengunjung boleh melaporkan aksi tersebut kepada masyarakat setempat, atau dapat melaporkan langsung ke Kantor Geuchik Gampong Paya Lipah.
Pesona hamparan pasir putih yang memikat dengan deburan ombak yang berpadu dengan semilir angin laut khas pesisir Timur Aceh menjadikan Pantai Kuala Beukah sebagai tempat ideal untuk menikmati keindahan alam, memotret panorama, atau sekedar melepas penat di tepi laut yang masih terjaga keasriannya.
Selain pesonanya yang menawan, Pantai Kuala Beukah juga dikenal memiliki hasil laut yang melimpah, terutama udang rebon yang menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga pesisir. Setiap pagi, nelayan setempat terlihat menebar jaring di tepian pantai untuk menangkap rebon segar, yang kemudian diolah menjadi terasi khas Kuala Beukah. Produk lokal yang diolah secara tradisional dengan aroma kuat dan gurih telah menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin membawa pulang oleh-oleh khas pesisir Aceh Timur.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































