Jakarta, 21 November 2025 – Seiring perkembangan teknologi dan zaman pilihan cara menabung juga semakin bertambah. Ada berbagai alasan masyarakat menabung, salah satu alasan utamanya adalah untuk menyiapkan masa depan. Namun, faktanya belum lama ini Bank Indonesia mengeluarkan data bahwa pengeluaran masyarakat untuk tabungan menurun setidaknya dari tahun 2019. Menurut data pada Bulan Juli 2025 persentase alokasi untuk tabungan yang tercatat di Bulan Juli hanya sebesar 13,7% turun lebih dari satu persen dari periode Juni yang sebesar 14,9%, sekaligus mencatatkan proporsi yang terendah sepanjang sejarah survei dilakukan (CnbcIndonesia.com).
Penurunan ini tentunya bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti naiknya angka konsumsi masyarakat dan lainnya. Tentunya menabung uang di Bank memiliki keuntungan tersendiri, yakni bisa dipakai sewaktu-waktu jika dibutuhkan cepat karena likuiditas dan keuntungan bunga tetap. Ini juga yang menjadikan masyarakat mulai melirik menabung dalam bentuk emas karena lebih cocok untuk jangka panjang serta pertumbuhan nilainya cenderung terus akan naik tiap tahunnya. Emas lebih cocok jika Anda ingin menabung untuk anak ataupun dana di masa tua.
Sebagai lembaga yang aktif dalam edukasi literasi emas, Public Gold Indonesia menilai bahwa tren penurunan alokasi tabungan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali memperkuat kebiasaan pengelolaan keuangan yang terencana. Public Gold Indonesia menggarisbawahi pentingnya memahami karakteristik setiap instrumen tabungan—baik uang maupun emas—agar masyarakat dapat menyusun strategi finansial yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Melalui peningkatan literasi dan pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai opsi menabung, masyarakat diharapkan dapat membangun fondasi finansial yang lebih stabil, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
Refrensi: Baca artikel CNBC Indonesia “Tabungan Warga RI Anjlok ke Titik Nadir” selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/research/20250808154253-128-656415/tabungan-warga-ri-anjlok-ke-titik-nadir
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































