Bantul (MTsN 6 Bantul) – Pembelajaran di kelas VIIB MTsN 6 Bantul terasa berbeda pada Rabu, 19 November 2025. Para siswa mengikuti kegiatan praktik pembuatan handsanitizer yang dipandu oleh mahasiswa Program Studi Farmasi Politeknik Bhakti Setya Indonesia (PBSI). Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar langsung yang sangat relevan, terutama karena kelas VIIB merupakan kelas Riset yang berfokus pada pengembangan keterampilan ilmiah dan eksperimen.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa PBSI memberikan penjelasan tentang bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan handsanitizer, seperti etanol, gliserol, hidrogen peroksida, dan aquadest, serta fungsi dari masing-masing komponen. Siswa juga diajak memahami standar keamanan serta pentingnya kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan penyakit. Setelah pemaparan awal, siswa VIIB melakukan praktik mandiri dengan mencampur bahan, mengukur takaran secara presisi, hingga mengemas handsanitizer hasil produksi mereka. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan literasi sains, tetapi juga melatih ketelitian, kerja sama, serta kemampuan problem solving.
Wali kelas VIIB, Novrita, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat sesuai dengan karakter kelas Riset. “Anak-anak VIIB memang kami dorong untuk terbiasa melakukan praktik ilmiah. Melalui kegiatan ini mereka belajar sains secara langsung dan mengalami sendiri proses eksperimen,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, memberikan apresiasi besar atas terlaksananya kegiatan edukatif tersebut. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi. “Dipilihnya kelas VIIB karena mereka adalah kelas Riset yang memang difokuskan pada pengembangan kemampuan inkuiri dan eksperimen. Praktik pembuatan handsanitizer ini sangat tepat dan bermanfaat bagi mereka. Selain menambah pengetahuan, kegiatan seperti ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Sugiyono juga berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas untuk mendukung pembelajaran kontekstual di madrasah. “Keterlibatan mahasiswa memberikan inspirasi bagi siswa mengenai dunia sains dan profesi. Semoga kegiatan semacam ini memotivasi peserta didik untuk lebih berprestasi dan terus mengembangkan diri,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian handsanitizer hasil praktik siswa—sebuah bukti bahwa pembelajaran berbasis riset tidak hanya menarik, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.(nov)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































