Pernahkah kalian mendengar bahwa perilaku seseorang dapat berubah menjadi jahat akibat menonton film psikopat? Film yang biasanya menjadi tontonan hiburan ternyata dapat mengubah perilaku seseorang. Lantas, mengapa seseorang yang menonton film psikopat dapat mengalami perubahan perilaku?
Perubahan perilaku seseorang menjadi jahat tidak terjadi langsung begitu saja hanya karena menonton film psikopat. Ada alasan di balik perubahan perilaku tersebut, dan faktor-faktor inilah yang membuat seseorang mulai terpengaruh setelah menonton film psikopat.
1. Pengaruh Tokoh Psikopat dalam Film
Perubahan perilaku seseorang setelah menonton film psikopat dapat terjadi karena ia terinspirasi oleh tokoh psikopat favoritnya dalam film tersebut. Namun, hal ini tidak mudah terjadi pada semua orang. Seseorang yang memiliki kerentanan psikologis, seperti korban bullying, merasa terasingkan, atau memiliki masa lalu yang kelam, biasanya menjadikan film psikopat sebagai pelarian dan menganggap karakter psikopat sebagai panutan yang keliru. Kebanyakan karakter psikopat dalam film digambarkan sebagai sosok yang kuat, misterius, dan tidak memiliki rasa takut, sehingga membuat individu dengan kerentanan psikologis menjadi lebih mudah terpengaruh.
2. Pengaruh Dopamin dan Kecanduan Sensasi Ekstrem
Menonton film dengan unsur kekerasan dapat memicu ketegangan dan adrenalin. Setiap kali seseorang menonton film akan melepaskan dopamin yang menimbulkan perasaan senang, puas dan keinginan untuk mengulanginya. Masalahnya, dopamin yang dilepaskan berkaitan dengan konsumsi tontonan ekstrem. Semakin sering merasakan dorongan dopamin melalui rangsangan seperti film psikopat, semakin terbiasa pula dengan sensasi ekstrem. Seiring berjalannya waktu, pelepasan dopamin yang berlebihan dapat membuat otak kelelahan dalam mengontrol emosi. Inilah yang akhirnya dapat memicu terjadinya kecanduan.
3. Perubahan Cara Pandang Setelah Menonton
Perubahan cara pandang seseorang terhadap kekerasan dapat muncul ketika terlalu sering menonton film psikopat. Kebiasaan mengonsumsi tontonan semacam ini berulang kali membuat sebagian individu memandang bahwa adegan brutal dalam film sebagai sesuatu yang biasa saja. Lama-kelamaan, respons emosional terhadap penderitaan orang lain menurun, begitu pula rasa empati.
Dengan demikian, perubahan perilaku seseorang setelah menonton film psikopat dapat terjadi dan bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Ada proses panjang yang dipengaruhi oleh kondisi psikologis, lingkungan sosial serta kebiasaan seseorang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































