Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Universitas PGRI Yogyakarta (HMP PBSI UPY) menyelenggarakan Bincang Bahasa dan Sastra (BBS) sebagai puncak acara Semarak Bulan Bahasa 2025, pada Rabu, 19 November 2025 di Ruang Auditorium UPY. Acara ini menjadi forum dialog literasi yang mempertemukan para pakar di bidang bahasa, sastra, dan jurnalistik.
Kegiatan BBS tahun ini, menghadirkan tiga narasumber dari bidang kebahasaan dan kesastraan. Pandhita Hapsari seorang Duta Bahasa DIY tahun 2024, Risda Nur Widia, M.Pd. seorang dosen UNU sekaligus penulis novel, serta Sudaryanto, M.Pd. seorang dosen UAD sekaligus pakar jurnalistik. Ketiga narasumber tersebut dihadirkan untuk memberikan perspektif peran bahasa dan sastra.

Kaprodi PBSI UPY Muncar Tyas Palupi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa BBS merupakan program tahunan yang kali ini hadir dengan konsep baru.
“Awalnya BBS adalah Bincang-Bincang Sastra, di tahun ini memperluas ruang dialog menjadi Bincang Bahasa dan Sastra karena perkembangan dunia literasi tidak hanya bertumpu pada karya sastra, tetapi juga penggunaan bahasa dan bijak,” ujarnya.
Mengusung tema “Berbahasa dengan Sastra, Bersastra dengan Bahasa”, para narasumber mengurai makna filosofis hubungan antara bahasa dan sastra. Pada hakikatnya dalam kegiatan baik berbahasa maupun bersastra, kedudukan bahasa dan sastra merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi.

Sebagaimana disampaikan Pandhita, bahwa bahasa menjadi pondasi utama melahirkan karya sastra, “sastra tentu tidak akan hadir jika tidak ada bahasa. Bagaimana sastra akan diberikan, bagaimana sastra akan disampaikan kepada yang lainnya jika tidak menggunakan bahasa sebagai sarananya, kedua-duanya itu mempunyai kaitan yang sangat erat,” tuturnya.
Sementara menurut Sudaryanto, kemampuan berbahasa tumbuh dari membaca karya-karya sastra. Kemudian Risda berpendapat, “memisahkan bahasa dan sastra seperti memasak nasi goreng tanpa nasi, yang membuatnya tidak bermakna.” Dengan demikian, baik bahasa maupun sastra berkontribusi dalam meningkatkan keterampilan berbahasa dan memberikan makna dalam sebuah karya.
Selain membahas filosofi bahasa dan sastra, di dalam BBS ini para narasumber juga menyampaikan dukungan kepada anak-anak muda untuk berkarya baik di bidang bahasa maupun sastra, serta bijak dalam berbahasa dan bersastra.

Kegiatan BBS 2025 tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga memberikan pengalaman langsung mengenai dinamika berbahasa dan bersastra di era modern. Melalui acara ini, HMP PBSI UPY berharap mahasiswa semakin peka terhadap peran bahasa dalam membangun literasi yang bijak dan konstruktif.
Penulis: Desvina Rahmadani (22144800006), Emelda Ainusi (22144800013), Erina Sulistyowati (22144800031)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































