Musi Banyuasin – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Mubarokah di Desa Perumpung Raya, Kecamatan Lalan, menjadi salah satu pusat pendidikan keagamaan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Meski berdiri dengan fasilitas sederhana, TPA ini terus berkembang dan diminati oleh anak-anak usia sekolah di desa tersebut.
TPA Al-Mubarokah mulai aktif sejak tahun 2007, dan kini jumlah santri mencapai sekitar 40–50 anak setiap minggunya. Para santri datang dari berbagai dusun di sekitar desa, meski sebagian harus menghadapi akses jalan yang sering tergenang air saat musim hujan. Kondisi geografis desa yang dikelilingi sungai dan rawa menjadi tantangan tersendiri bagi kelancaran kegiatan belajar mengaji.
Dalam pembelajaran sehari-hari, TPA masih mengandalkan fasilitas apa adanya. Ruang belajar memanfaatkan bangunan sederhana di samping mushola, hanya dilengkapi karpet, papan tulis kecil, serta jumlah mushaf Al-Qur’an dan buku Iqra’ yang masih terbatas. Beberapa santri bahkan harus belajar secara bergantian karena minimnya alat peraga dan bahan pembelajaran.
Meski serba terbatas, antusiasme anak-anak untuk belajar tergolong tinggi. Proses pembelajaran dilakukan setiap sore dengan metode tradisional, di mana para santri membaca Iqra’ atau Al-Qur’an secara bergiliran di hadapan ustaz. Namun, kualitas pembelajaran masih terkendala karena metode yang digunakan belum bervariasi dan belum adanya sistem evaluasi perkembangan santri yang terdokumentasi. Jumlah tenaga pengajar juga masih menjadi perhatian utama. Hanya terdapat satu hingga dua ustaz atau ustazah yang mengajar secara sukarela. Minimnya pelatihan bagi para pengajar membuat beberapa materi, seperti tajwid atau pembiasaan ibadah, belum dapat disampaikan secara maksimal. Hal ini berbanding terbalik dengan harapan orang tua yang menginginkan anak-anak mereka cepat dan lancar membaca Al-Qur’an.
Dari sisi sosial, masyarakat Perumpung Raya dikenal memiliki budaya religius dan gotong royong yang kuat. Dukungan moral dari orang tua terhadap kegiatan TPA cukup tinggi, meski keterlibatan mereka dalam mendampingi anak belajar di rumah masih perlu ditingkatkan. Kondisi ekonomi masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani pasang surut dan nelayan sungai juga memengaruhi konsistensi kehadiran santri.
Meski begitu, keberadaan TPA tetap memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak. Mereka mulai membiasakan diri mengaji, mengenal huruf hijaiyah, hingga menghafal surah-surah pendek. Dalam jangka panjang, TPA Al-Mubarokah diharapkan mampu mencetak generasi muda yang berakhlak baik dan memiliki dasar keislaman yang kuat. Pengelola TPA berharap adanya perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah desa, lembaga keagamaan, maupun masyarakat. Bantuan berupa sarana pembelajaran, pelatihan guru, serta perbaikan fasilitas dinilai sangat penting untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di desa tersebut.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak, TPA Al-Mubarokah diyakini dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan nonformal yang lebih profesional dan bermanfaat bagi anak-anak Desa Perumpung Raya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































