Musi Banyuasin — Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Bumi Kencana, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu wadah pemberdayaan perempuan berbasis pertanian. Hasil observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya mengungkap bahwa kegiatan KWT di desa tersebut berjalan secara terstruktur, aktif, dan memiliki dukungan kuat dari pemerintah desa dan PKK.
KWT Bumi Kencana mengelola lahan seluas kurang lebih dua hektar yang terbagi menjadi beberapa petakan, di antaranya tanaman sayur, tanaman obat keluarga, serta komoditas musiman. Tak hanya bercocok tanam, kelompok ini juga mengembangkan budidaya lele dan ayam yang dikelola secara kolektif. Seluruh kegiatan diatur melalui sistem piket harian dan kerja bakti mingguan, membuat aktivitas kelompok berjalan tertib dan produktif.

Sarana dan prasarana pertanian di KWT terbilang lengkap. Observasi mencatat ketersediaan alat seperti cangkul, sabit, sprayer, selang irigasi, hingga rak semai, selain kolam lele dan kandang ayam yang dapat mendukung pengembangan usaha tani. Fasilitas tersebut diperoleh dari bantuan pemerintah desa dan swadaya anggota, sehingga kegiatan tidak terhambat kekurangan alat.
Partisipasi anggota juga menjadi salah satu faktor keberhasilan. Sebanyak 30 perempuan terlibat aktif dalam kelompok ini dengan struktur organisasi yang jelas, mulai dari ketua hingga anggota. “Sistem kerja bergilir membantu semua anggota belajar dan mampu mengerjakan berbagai jenis pekerjaan di lahan,” ungkap laporan tersebut.
Meski berjalan baik, KWT masih menghadapi sejumlah kendala seperti perubahan cuaca ekstrem, kurangnya pemahaman teknis bagi sebagian anggota baru, serta hasil panen yang umumnya belum diolah menjadi produk bernilai tambah. Tanaman musiman seperti jagung, misalnya, pernah mengalami kegagalan tumbuh akibat drainase yang kurang optimal di musim hujan.
Namun, potensi pengembangan program dinilai masih sangat besar. Lahan yang luas, minat anggota yang tinggi, serta dukungan aparatur desa menjadi modal utama bagi KWT Bumi Kencana untuk berkembang. Masyarakat juga membutuhkan peningkatan kapasitas dalam hal teknik pertanian, pengolahan hasil panen, dan pemasaran.
Sebagai tindak lanjut, laporan tersebut merekomendasikan program belajar berupa pelatihan pengolahan hasil panen, manajemen kelompok, hingga pemasaran sederhana melalui pasar lokal maupun media sosial. Pendampingan rutin dari kader PKK serta penyuluh pertanian juga dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan program.
Kegiatan KWT di Desa Bumi Kencana menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan berbasis pertanian dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan, solidaritas, sekaligus ekonomi keluarga. Dengan pengembangan yang lebih terarah, kelompok ini berpotensi menjadi model pemberdayaan perempuan desa yang mandiri dan berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































