Akhir-akhir ini, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI terasa makin cepat. Hampir setiap hari ada saja inovasi baru yang muncul, mulai dari yang membantu pekerjaan sederhana sampai yang digunakan dalam skala industri. Di satu sisi, kemajuan ini memang memudahkan banyak hal. Tapi di sisi lain, ada dampak yang mulai terasa, terutama pada harga komponen teknologi.
Salah satu yang cukup terlihat adalah kenaikan harga RAM dan media penyimpanan seperti SSD. Hal ini terjadi karena sistem AI membutuhkan kapasitas memori yang besar agar bisa berjalan dengan optimal. Semakin banyak perusahaan yang mengembangkan teknologi AI, semakin tinggi juga permintaan terhadap komponen tersebut. Dari situ, harga di pasaran ikut terdorong naik.
Dampaknya tidak berhenti di situ. Kenaikan harga komponen akhirnya berpengaruh ke perangkat yang kita gunakan sehari-hari, seperti laptop, komputer, bahkan smartphone. Mungkin bagi sebagian orang hal ini tidak terlalu terasa. Namun bagi masyarakat dengan daya beli terbatas, kondisi ini bisa menjadi hambatan untuk mendapatkan perangkat yang sebenarnya sudah menjadi kebutuhan penting di era sekarang.
Kalau dilihat dari sudut pandang Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial, kondisi ini cukup menarik untuk dipikirkan. Ketika teknologi berkembang pesat tetapi tidak semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah, maka akan muncul kesenjangan baru. Tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan manfaat dari kemajuan teknologi tersebut.
Selain itu, sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab juga bisa dikaitkan dengan situasi ini. Perkembangan teknologi seharusnya tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya bagi kehidupan masyarakat secara luas. Jangan sampai teknologi justru membuat sebagian orang semakin tertinggal.
Di sisi lain, tentu saja persoalan ini tidak bisa dibebankan hanya pada satu pihak. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat punya peran masing-masing. Pemerintah bisa mendorong kebijakan agar teknologi tetap terjangkau, sementara industri diharapkan tidak hanya fokus pada keuntungan semata. Masyarakat juga perlu lebih bijak dalam menggunakan teknologi sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, perkembangan AI memang tidak bisa dihindari. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana teknologi tersebut tetap bisa dinikmati secara lebih merata. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk membantu kehidupan manusia, bukan malah menjadi penyebab munculnya kesenjangan baru.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































