Yogyakarta — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia pada 2026 di tengah tekanan global yang masih membayangi sejumlah negara maju. Menurutnya, fundamental ekonomi nasional dinilai cukup solid untuk menjaga pertumbuhan tetap positif dan stabil.
Airlangga menyebut Indonesia berpeluang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan tercatat sebesar 5,11 persen.
“2026 menjadi tahun yang penting. Kita berharap pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Jika dibandingkan dengan negara lain, potensi resesi Indonesia termasuk yang paling kecil, sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Jepang maupun Amerika Serikat,” ujar Airlangga.
Ia memaparkan, sepanjang 2025 konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen dan menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi 53,88 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, investasi meningkat 6,12 persen dengan sumbangan sebesar 28,77 persen terhadap PDB.
Sektor industri pengolahan tercatat sebagai penyumbang terbesar terhadap PDB sekaligus menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Kinerja ekonomi tersebut turut berdampak positif pada kondisi sosial masyarakat.
Data pemerintah menunjukkan tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 8,25 persen. Rasio Gini membaik menjadi 0,363, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,7 persen seiring terciptanya sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.
Memasuki 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan, terutama melalui penguatan daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Kebijakan tersebut mencakup bantuan pangan, diskon transportasi dan tarif tol, hingga dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selain itu, pemerintah juga mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa di seluruh Indonesia. Program tersebut didukung pendanaan hingga Rp5 miliar per desa guna menggerakkan perekonomian di tingkat lokal.
“Dana Rp5 miliar ini diharapkan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi,” kata Airlangga.
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam rangkaian kegiatan Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan PP Muhammadiyah di Hyatt Regency Yogyakarta, Jumat (6/2). Acara tersebut dikemas dalam sesi “Dialog Menko Perekonomian dengan Warga Muhammadiyah” dan dihadiri mahasiswa, pelaku usaha, serta jajaran pimpinan Muhammadiyah. (Yusuf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































