Rangkasbitung, 10 Maret 2026 – Akademisi muda asal Kabupaten Lebak, Alan Maulana Aminudin, M.Pd, menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Kebangsaan 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Forum Komunikasi Remaja Masjid Lebak (PP FKRML) di Masjid Agung Al-A’raf Rangkasbitung, Selasa (10/3) malam.
Pada sesi materi yang berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB tersebut, Alan Maulana Aminudin membawakan materi “Membangun Nalar Kritis Remaja dalam Bingkai Kebangsaan.” Kehadiran akademisi muda Lebak ini menjadi sorotan dalam kegiatan yang diikuti oleh puluhan remaja masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.
Dalam pemaparannya, Alan menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial dan berbagai platform digital. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut remaja untuk memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru, provokatif, maupun tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan bahwa nalar kritis bukanlah sikap yang selalu menentang atau meragukan segala sesuatu. Sebaliknya, nalar kritis merupakan kemampuan untuk memahami persoalan secara lebih mendalam, objektif, serta mampu melihat suatu peristiwa dari berbagai sudut pandang.
“Remaja harus mampu memilah informasi, menganalisisnya, lalu mengambil sikap secara bijak. Di era digital seperti sekarang, kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting agar kita tidak mudah terbawa arus informasi yang belum tentu benar,” ujar Alan di hadapan para peserta.
Sebagai akademisi muda dari Kabupaten Lebak, Alan juga menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis harus tetap dibangun di atas nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, generasi muda tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Ia menegaskan bahwa remaja yang memiliki nalar kritis serta kesadaran kebangsaan akan mampu berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan dapat menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta berkontribusi dalam membangun masa depan bangsa.
“Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, cara berpikir yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab harus terus dilatih. Ketika nalar kritis dibangun dengan landasan nilai kebangsaan, maka generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat dan bangsa,” tuturnya.
Kehadiran Alan Maulana Aminudin sebagai narasumber mendapat respons positif dari para peserta. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan peserta terkait tantangan generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman, khususnya di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesantren Kebangsaan 2026 yang diselenggarakan oleh PP FKRML sendiri merupakan program pembinaan generasi muda yang menggabungkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta penguatan karakter remaja masjid. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu membangun kesadaran intelektual, spiritual, serta sosial sebagai generasi penerus bangsa.
Melalui sesi yang disampaikan oleh Alan Maulana Aminudin tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang pentingnya berpikir kritis, tetapi juga menyadari bahwa kecerdasan intelektual harus selalu berjalan seiring dengan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan persatuan Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































