Lampung – Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Darmawan Purba, S.IP., M.IP., menyatakan dukungannya terhadap keterlibatan Indonesia dalam forum Board of Peace. Menurutnya, partisipasi tersebut menandai transformasi penting dalam peran Indonesia di tingkat global.
Ia menilai bahwa keikutsertaan Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi pengamat dalam dinamika geopolitik dunia, tetapi mulai mengambil peran sebagai bagian dari arsitektur perdamaian global.
“Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pengamat dalam percaturan global, tetapi menjadi bagian dari arsitektur perdamaian itu sendiri. Ini merupakan transformasi peran dari norm supporter menjadi policy actor,” ujar Darmawan.
Menurutnya, secara geopolitik terdapat sejumlah dampak positif dari keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut. Salah satunya adalah penguatan posisi Indonesia di panggung internasional. Dengan terlibat langsung dalam forum perdamaian global, Indonesia dinilai mampu meningkatkan posisi tawar dalam berbagai negosiasi internasional.
“Indonesia hadir bukan hanya membawa suara, tetapi juga membawa kontribusi nyata dalam upaya menciptakan stabilitas dan perdamaian global,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah tersebut juga mencerminkan implementasi nyata politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas berarti tidak terikat pada blok kekuatan mana pun, sementara aktif menunjukkan peran Indonesia dalam mencari solusi atas berbagai persoalan global.
Partisipasi dalam forum tersebut juga membuka peluang penguatan hubungan bilateral dan strategis dengan berbagai negara. Dalam konteks geopolitik modern, akses diplomatik dan komunikasi tingkat tinggi menjadi faktor penting dalam membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.
“Kedekatan diplomatik sering kali berbanding lurus dengan peluang kerja sama di bidang ekonomi, teknologi, pertahanan, hingga investasi,” tambahnya.
Dalam konteks isu internasional, Darmawan juga menyoroti bahwa keterlibatan Indonesia dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan penyelesaian konflik global, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui prinsip solusi dua negara.
“Indonesia dapat memainkan peran sebagai jembatan antara dunia Barat dan dunia Islam, sekaligus menjaga konsistensi sikap konstitusional dalam mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih terjajah,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam jangka panjang langkah tersebut berpotensi memperkuat posisi Indonesia sebagai emerging middle power, yaitu negara yang tidak hanya memiliki kekuatan demografis dan ekonomi, tetapi juga memiliki pengaruh dalam pembentukan tata kelola global.
Menurutnya, keterlibatan aktif dalam forum perdamaian internasional akan semakin mempertegas peran strategis Indonesia dalam menciptakan stabilitas dan kerja sama global yang lebih konstruktif.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































