Palembang – Insiden penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendapat sorotan dan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk teror yang berpotensi mengancam kebebasan sipil serta iklim demokrasi di Indonesia.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Minggu, Bendahara Umum HMI Cabang Palembang menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan kekerasan yang dialami aktivis KontraS tersebut. Ia menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan supremasi hukum.
Menurutnya, aktivis masyarakat sipil memiliki peran penting dalam mengawal isu-isu kemanusiaan, penegakan hukum, serta perlindungan hak asasi manusia. Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap mereka merupakan ancaman serius terhadap ruang demokrasi.
“Peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Serangan terhadap aktivis yang memperjuangkan keadilan adalah bentuk intimidasi terhadap gerakan masyarakat sipil yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan seluruh warga negara, termasuk para aktivis yang bekerja memperjuangkan kepentingan publik. Jika tindakan kekerasan seperti ini dibiarkan tanpa penanganan yang serius, maka dikhawatirkan akan menciptakan rasa takut di tengah masyarakat serta mempersempit ruang kebebasan sipil.
Resi Febriyanti Bendahara HMI Cabang Palembang pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mengungkap pelaku serta pihak-pihak yang terlibat, dan menindak mereka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, transparan, dan profesional dalam mengusut kasus ini. Penegakan hukum yang tegas sangat penting untuk memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum,” tambahnya.
Selain itu, Bendahara HMI Cabang Palembang juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, serta mahasiswa di berbagai daerah untuk tetap menjaga solidaritas dan terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, keadilan, serta perlindungan hak asasi manusia.
Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dikalahkan oleh tindakan teror maupun kekerasan yang bertujuan membungkam suara kritis masyarakat.
“Demokrasi harus dijaga bersama. Negara harus hadir memberikan perlindungan kepada setiap warga negara yang memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan hak asasi manusia,” tutupnya
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer












































































