Aku, Muhammad Alif Syabani, kembali meraih peringkat 1 di SMA Negeri 16 Makassar. Tepatnya di kelas 10, semester 1. Jujur, pencapaian ini membuatku sangat bahagia, bangga, dan bersyukur. Bukan hanya karena hasilnya, tetapi karena aku berhasil mempertahankan peringkat 1 yang selama ini aku raih sejak SD, SMP, hingga sekarang di SMA.
Namun perjalanan ini tidak semudah yang terlihat. Masuk ke kelas baru membuatku cukup nervous. Teman-temanku adalah siswa-siswa hebat, berprestasi, dan itu otomatis menjadi tantangan besar bagiku. Aku sempat merasa takut—takut tidak bisa mempertahankan peringkat, takut kalah bersaing. Tapi aku sadar, satu-satunya cara adalah terus belajar dan tidak menyerah.
Hari yang paling menegangkan adalah 19 Desember 2025, hari penerimaan rapor. Malam sebelumnya aku hampir tidak bisa tidur. Rasanya campur aduk—deg-degan, cemas, bahkan aku sempat menangis karena takut hasilnya tidak sesuai harapan. Aku merasa sainganku luar biasa. Tapi malam itu juga aku memilih untuk berserah dan berdoa kepada Allah, sambil meyakinkan diri bahwa aku sudah belajar semaksimal mungkin.
Pagi harinya, hari Jumat, rasa deg-degan itu semakin kuat. Dari bangun tidur, salat, berdoa, memakai seragam, sampai berjalan menuju sekolah—semuanya terasa berat. Di kelas, suasana makin membuat jantungku berdebar. Satu per satu siswa dipanggil bersama orang tuanya ke depan kelas.
Saat giliranku tiba, aku benar-benar tidak bisa tenang. Wali kelasku menyampaikan perkembangan belajarku kepada orang tuaku, dan Alhamdulillah semuanya baik. Hingga akhirnya tiba saat pengumuman yang paling aku tunggu dan paling aku takuti.
Wali kelasku berkata,
“Alif merupakan siswa dengan nilai tertinggi di kelas ini.”
Aku terdiam sejenak. Rasanya seperti tidak percaya. Aku memastikan kembali, dan beliau menegaskan bahwa aku peringkat 1. Saat itu juga hatiku dipenuhi rasa syukur dan bangga. Di hadapan orang tuaku, aku kembali membuktikan bahwa usahaku selama ini tidak sia-sia.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan keyakinan pada diri sendiri akan selalu menemukan jalannya. Ini bukan akhir, melainkan motivasi besar bagiku untuk terus belajar, berkembang, dan mempertahankan prestasi di semester berikutnya.
Hari itu aku sadar, semua lelah, takut, dan usaha yang pernah aku lalui akhirnya terbayarkan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































