Aku, Alif, adalah siswa baru di SMA Negeri 16 Makassar. Saat itu aku masih berada di masa pengenalan lingkungan sekolah, masih belajar beradaptasi dengan suasana baru, teman baru, dan ritme belajar yang baru. Namun di tengah masa perkenalan itu, aku justru mendapat kesempatan besar yang bahkan tidak pernah aku bayangkan sebelumnya: mewakili sekolah dalam ajang Duta Prestasi Pendidikan tingkat nasional sebagai perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan.
Mungkin terdengar mengejutkan, bahkan bagiku sendiri. Aku sempat berpikir berkali-kali sebelum mendaftar. Ini adalah pengalaman pertamaku mengikuti ajang Duta, dan aku juga seorang siswa baru yang langsung melangkah ke tingkat nasional. Perasaanku campur aduk—deg-degan, takut, tetapi juga bangga. Deg-degan karena ini hal baru, bangga karena aku dipercaya membawa nama sekolah baruku. Tanpa keraguan yang terlalu lama, aku memutuskan untuk mencoba.
Proses seleksi tidaklah mudah. Aku harus melalui seleksi administrasi, wawancara, hingga pembuatan video profil atau perkenalan diri. Yang membuat proses ini terasa berat adalah kenyataan bahwa sainganku bukan hanya dari satu sekolah, satu kota, atau satu provinsi, melainkan pelajar-pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Ada kalanya aku merasa lelah, merasa diriku belum sempurna, dan membandingkan diri dengan peserta lain. Namun satu hal yang aku pegang teguh: aku tidak boleh menyerah.
Tanggal 23 Juni 2025 menjadi hari yang tidak akan aku lupakan. Pengumuman seleksi administrasi diumumkan, dan Alhamdulillah, namaku tercantum sebagai perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan bersama SMA Negeri 16 Makassar. Itu artinya aku melangkah ke tahap berikutnya.
Tahap selanjutnya adalah wawancara—seleksi yang menurutku paling menegangkan. Di tahap ini, bukan hanya kemampuan berbicara yang dinilai, tetapi juga tanggung jawab, pemahaman, dan kesiapan untuk mengemban peran sebagai Duta Prestasi Pendidikan. Awalnya aku sangat gugup, namun sikap panitia yang ramah dan penuh senyum membuat rasa tegang itu perlahan hilang. Alhamdulillah, aku bisa menjawab setiap pertanyaan dengan baik.

Kemudian dilanjutkan dengan seleksi video profil. Sekali lagi, aku berusaha menampilkan diriku apa adanya—dengan niat, kejujuran, dan semangat untuk belajar. Hingga akhirnya, pada 28 Juni 2025, pengumuman Duta Prestasi Pendidikan disampaikan. Alhamdulillah, kembali namaku tercantum sebagai Duta Prestasi Pendidikan dari Provinsi Sulawesi Selatan.
Puncaknya terjadi pada 1 Juli 2025, malam grand final. Pada malam itu, aku mendapat amanah dan kepercayaan untuk menyampaikan kesan dan pesan mewakili peserta. Momen itu membuatku benar-benar menyadari bahwa langkah kecil yang dulu aku ambil dengan penuh keraguan, ternyata membawaku sejauh ini.
Setelah grand final, perjalanan belum selesai. Kami menjalankan berbagai program kerja yang sangat berdampak—mulai dari sosialisasi ke sekolah, kolaborasi dan live bersama Duta lain, hingga pembuatan berbagai konten edukatif. Dari sinilah aku benar-benar berkembang. Kepercayaan diriku meningkat, kemampuan komunikasiku terasah, dan aku belajar bahwa menjadi Duta bukan hanya tentang prestasi, tetapi tentang memberi manfaat bagi orang lain.
Hingga akhirnya, pada pengumuman akhir, Alhamdulillah aku diumumkan sebagai Duta Prestasi Pendidikan Terbaik 1 Provinsi Sulawesi Selatan, dengan nilai tertinggi. Namaku disebut: Muhammad Alif Syabani. Saat itu aku tersenyum, bangga, dan bersyukur. Aku berkata dalam hati, “Untung aku memulainya. Untung aku berani mencoba.”
Perjalanan ini mengajarkanku bahwa keberanian untuk melangkah, meski dalam kondisi belum sempurna, bisa membawa kita pada pencapaian yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































