KOTA TANGERANG – Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi terus bergerak tanpa harus menunggu dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Andra menyebut, berbagai program prioritas berjalan dengan semangat mandiri demi kepentingan masyarakat.
“Saya ingin tunjukkan bahwa Banten tidak menunggu Jakarta. Kami bergerak sendiri demi rakyat,” kata Andra Soni, saat mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Oktavianus dalam kegiatan kesehatan di Kota Tangerang, Selasa 11 November 2025.
Menurutnya, langkah tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan komitmen untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu wujudnya, lanjut Andra, terlihat dari keberhasilan Banten mengoperasikan program makan bergizi gratis untuk anak sekolah tanpa menggunakan dana APBN maupun APBD.
“400 dapur makan gratis berdiri tanpa APBN dan APBD. Kami targetkan 1.300 dapur, dan sisanya akan kami selesaikan secepatnya,” jelasnya.
Program tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Tercatat, Hingga awal November, lebih dari 1,5 juta anak di Banten telah menikmati manfaat program makan bergizi gratis.
“Kalau ketemu sepuluh anak Banten, tiga sampai empat sudah terima makan gratis. Kami ingin nanti sepuluh-sepuluhnya menjawab: sudah,” jelasnya.
Selain bidang pendidikan dan gizi, Andra menerangkan, Pemerintah Provinsi Banten juga berkomitmen memperkuat sektor kesehatan.
Andra menyebut, Banten menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi dalam menemukan dan mengobati pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga sembuh.
“Jangan salah paham. Kalau angka temuan tinggi, itu bukan berarti gagal, justru karena kita paling aktif menemukan dan mengobati pasien sampai tuntas,” tegasnya.
Andra juga membeberkan, sejumlah rencana lain, seperti pembangunan rumah sakit baru dan penyediaan mobil klinik untuk wilayah terpencil.
Menurutnya, langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah siap bekerja cepat tanpa harus menunggu instruksi pusat.
Meski kepala daerah di Banten berasal dari berbagai partai politik, Andra menegaskan, semua bersatu dalam semangat pelayanan publik.
“Berbeda partai itu wajar, tapi kalau sudah jadi kepala daerah, tugas kita sama melayani rakyat,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Andra berpesan kepada jajaran pemerintah daerah agar tidak menunda kerja. “Waktu tidak bisa dibeli. Kalau kita menunda bekerja dengan sungguh-sungguh, yang rugi bukan siapa-siapa, tapi masyarakat sendiri,” pungkas Andra.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































