Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga, S.I.P., bersama Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi, S.I.K., M.Si., melaksanakan pengecekan personil pada apel kesiapan dan kesiapsiagaan tanggap bencana yang digelar di halaman Mapolres Pandeglang. Apel ini merupakan bagian dari upaya bersama TNI dan Polri untuk memastikan kesiapan seluruh instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Pandeglang, Kamis (18/09/2025).
Kegiatan apel kesiapsiagaan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh personil siap untuk bertindak cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran, maupun tsunami yang pernah melanda pada Desember 2018 lalu.

Pandeglang, yang terletak di pesisir selatan Banten, memang memiliki potensi bencana alam yang cukup besar, terutama banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan tsunami. Banjir yang sering melanda beberapa wilayah di Pandeglang, seperti Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Labuan, Cikeusik, Panimbang, Munjul, Saketi, Sobang, Menes, Angsana,Sindangresmi, hingga Kecamatan Picung, menjadi ancaman yang nyata setiap tahunnya. Banjir ini sering terjadi akibat luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta pasang air laut yang menggenangi pemukiman warga.

“Wilayah Pandeglang memang memiliki karakteristik geografis yang rawan bencana, terutama banjir. Beberapa kecamatan, seperti Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Munjul, hingga Panimbang, hampir setiap tahun dilanda banjir akibat luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliman dan Cilemer serta pasang air laut. Oleh karena itu, kesiapsiagaan sangat penting agar kita dapat bergerak cepat saat bencana terjadi, baik dalam hal evakuasi maupun penanganan dampaknya,” kata Letkol Inf. Afri Swandi Ritonga.
Lebih lanjut, Dandim 0601/Pandeglang menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. “Kami bersama Polri, BPBD, dan pihak terkait lainnya, akan terus memperkuat kerja sama untuk memastikan bahwa personil dan peralatan yang ada dapat digunakan secepatnya saat bencana datang. Masyarakat juga perlu terus diberdayakan agar dapat lebih siap menghadapi bencana, dengan mengikuti edukasi tentang mitigasi bencana,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Dandim juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mengurangi risiko banjir. “Salah satu upaya pencegahan adalah dengan menjaga kebersihan saluran air, menghindari penebangan pohon secara sembarangan, dan membangun sistem drainase yang baik. Selain itu, masyarakat harus siap dengan langkah-langkah evakuasi dan memahami titik-titik aman ketika banjir terjadi,” pungkasnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































