KOTA KEDIRI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Kediri terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa secara holistik. Melalui implementasi Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan Program Panca Cinta, madrasah ini berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, serta keterampilan vokasional dalam satu kesatuan yang utuh.
Hal tersebut terungkap dalam laporan hasil Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) I yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri. Salah satu mahasiswa tersebut bernama Ardi Tri Yuwono, selama dua pekan, mulai 19 Januari hingga 30 Januari 2026. Kegiatan observasi dan wawancara ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana MAN 1 Kota Kediri mengelola pendidikan berbasis karakter.
Ardi Tri Yuwono selaku wakil mahasiswa PLP I MAN 1 Kota Kediri mengatakan bahwa kunci keberhasilan madrasah ini terletak pada kemampuannya menyelaraskan visi PESONA—singkatan dari Prestasi, Efektif, Smart, Optimis, Nasionalis, dan Akhlaqul Karimah—dengan implementasi nyata di lapangan.
“Dari observasi kami, pembiasaan positif seperti salat Dhuha dan Zuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an sebelum pelajaran, hingga budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) telah membentuk karakter kolektif siswa. Mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kecerdasan emosional, dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar Ardi saat ditemui di sela-sela kegiatan, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, Ardi Tri Yuwono menjelaskan bahwa MAN 1 Kota Kediri memiliki keunikan tersendiri dibandingkan madrasah lainnya. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 4924 Tahun 2016, madrasah ini ditetapkan sebagai Madrasah penyelenggara Keterampilan, setara dengan Sekolah Menengah Kejuruan. Terdapat tujuh program keterampilan yang diajarkan, yakni Elektro, Tata Busana, Tata Boga, Tata Rias, Kriya Tekstil, Batik, dan Otomotif.
“Keberadaan program vokasional ini menjadi nilai tambah yang sangat strategis. Siswa tidak hanya dibekali ilmu agama dan akademik, tetapi juga keterampilan terapan yang siap pakai. Ini sejalan dengan kebutuhan dunia industri dan revolusi industri 5.0,” tambahnya.
Kepala MAN 1 Kota Kediri, Fanny Hargianto, S.Pd. menegaskan bahwa visi madrasah adalah mewujudkan peserta didik yang mem-PESONA. Enam pilar tersebut dijabarkan dalam indikator yang terukur, mulai dari peningkatan peringkat lulusan, prestasi di berbagai lomba akademik maupun non-akademik, hingga pembentukan akhlak mulia yang menjadi jiwa dari seluruh aktivitas di madrasah.
Dalam laporannya, Ardi Tri Yuwono juga menyoroti struktur organisasi madrasah yang bersifat hierarkis-fungsional dengan koordinasi solid antar bidang. Sistem pendukung siswa, terutama peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK), berjalan aktif tidak hanya dalam layanan responsif tetapi juga dalam sistem pendukung yang proaktif. Peraturan dan tata tertib sekolah yang disusun berdasarkan regulasi yang jelas, dengan sistem poin pelanggaran yang terstruktur, turut menciptakan kedisiplinan siswa.
Selain itu, MAN 1 Kota Kediri juga memiliki rumah jurnal bernama Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran yang telah terakreditasi SINTA 5. Keberadaan jurnal ilmiah ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam mengembangkan budaya literasi dan penelitian di kalangan guru maupun siswa.
Kegiatan kokurikuler seperti pelatihan public speaking dan moderasi beragama, serta beragam ekstrakurikuler mulai dari Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Pasukan Komando Siswa (PKS), Palang Merah Remaja (PMR), Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), hingga Pramuka dan Paskibra, menjadi wadah aktualisasi nilai-nilai Panca Cinta yang terdiri atas cinta kepada Allah & Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri & sesama, cinta lingkungan, dan cinta tanah air.
“Kegiatan ekstrakurikuler berfungsi sebagai laboratorium praktik mandiri. Siswa belajar memimpin di OSIM, belajar disiplin di PKS, belajar kemanusiaan di PMR, dan belajar metode ilmiah di KIR. Semua ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang terintegrasi,” jelas Juliani Fitrijah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan.
Saat ini, MAN 1 Kota Kediri menaungi lebih dari 1.400 siswa yang didukung oleh lebih dari 90 guru dan 25 tenaga kependidikan. Sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, termasuk masjid Ulil Albaab yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, menunjang proses belajar mengajar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Ardi Tri Yuwono menambahkan bahwa pengalaman selama PLP I memberikan wawasan berharga bagi dirinya sebagai calon pendidik. “Saya melihat sendiri bagaimana sebuah lembaga pendidikan dapat menjadi rumah bagi pembentukan karakter. MAN 1 Kota Kediri membuktikan bahwa pendidikan holistik yang memadukan aspek intelektual, spiritual, dan keterampilan hidup bukan sekadar teori, tetapi dapat diwujudkan dengan sistem dan komitmen bersama,” tuturnya.
Sebagai rekomendasi, Ardi Tri Yuwono mengusulkan penguatan dan diversifikasi program keterampilan yang relevan dengan industri 5.0, seperti pemasaran digital atau teknologi terapan, serta pengembangan sistem informasi madrasah menjadi platform terpadu untuk mendukung pembelajaran blended learning dan portofolio digital siswa. Ia juga menyarankan penguatan proyek sosial kolaboratif lintas ekstrakurikuler untuk melatih kemampuan pemecahan masalah kompleks dan kepedulian sosial siswa secara nyata.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, MAN 1 Kota Kediri tidak hanya menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi model pendidikan integratif yang menginspirasi madrasah-madrasah lain di Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































