Bening Nalurita Kinasih Narendra dan Fidellina Azzahra, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, mengikuti International Summer Program di Seoul National University (SNU), Korea Selatan, dengan fokus pembelajaran pada topik Development of Young Children. Program yang berlangsung dari 23 Juni hingga 25 Juli 2025 ini memberikan kesempatan untuk mendalami teori sekaligus praktik terkait tumbuh kembang anak usia dini, sambil memperluas jejaring akademik di kancah internasional. Total terdapat delapan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang mengambil topik yang sama dalam program ini.
Selama hampir lima minggu pembelajaran di College of Human Ecology, para peserta mempelajari berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, hingga perkembangan motorik. Topik perkuliahan juga mencakup pengaruh faktor lingkungan dan budaya terhadap pola asuh serta proses belajar anak di berbagai negara. Proses belajar dirancang interaktif melalui sesi kuliah, diskusi, role-play, simulasi kelas, studi kasus, ujian tengah semester, dan tugas proyek akhir.
Proyek akhir menjadi salah satu momen penting, di mana peserta merancang prototype mainan edukatif yang dimodifikasi dari mainan yang sudah dijual di pasaran, lalu disesuaikan dengan perkembangan anak pada umur tertentu, sesuai target mainan masing-masing. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kreatif, menggabungkan ilmu teori dengan aplikasi praktis, serta mempertimbangkan faktor keamanan dan nilai edukasi mainan.
Tidak hanya belajar di kelas, para peserta juga mengikuti berbagai kegiatan pembuka dan penutup program, seperti Opening Ceremony, SNU Fun Program, dan Closing Ceremony. Melalui kegiatan ini, mereka berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa internasional dari berbagai latar belakang, bertukar pandangan tentang pentingnya pendidikan anak dan pola asuh, serta membangun relasi yang bermanfaat di masa depan.
Pengalaman ini juga menghadirkan tantangan, mulai dari adaptasi dengan metode pembelajaran internasional, perbedaan gaya komunikasi akademik, hingga manajemen waktu selama pengerjaan proyek kelompok. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui keterbukaan, kerja sama tim, strategi belajar yang efektif, dan semangat untuk terus berpartisipasi aktif.
Menurut Bening dan Fidellina, mengikuti International Summer Program di SNU bukan hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi lintas budaya, kemampuan beradaptasi, dan rasa percaya diri. Selain itu, kesempatan untuk tinggal di Seoul selama satu bulan penuh memperkaya pengalaman melalui interaksi langsung dengan budaya Korea, mulai dari kebiasaan sehari-hari, nilai sosial, hingga kuliner dan tradisi lokal.
Mereka berharap ilmu dan pengalaman yang sudah diperoleh dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan anak secara holistik, baik di bidang pendidikan maupun penelitian. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin mampu menghadirkan pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana anak tumbuh dan berkembang, serta bagaimana dunia akademik dapat berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di masa depan.