BANDUNG — Kontribusi mahasiswa tidak selalu terbatas pada ruang kelas. Hal ini dibuktikan oleh Walid Hanif Ataullah, mahasiswa Program Studi S1 Rekayasa Perangkat Lunak Telkom University, yang terlibat dalam pengembangan berbagai sistem digital bersama Center of Excellence (CoE) CAATIS Telkom University untuk mendukung program di Kota Bandung.
Sebagai Asisten Riset, Walid terlibat dalam pengembangan sejumlah aplikasi yang berfokus pada sektor pertanian dan kesehatan hewan. Aplikasi tersebut dikembangkan untuk mendukung kebutuhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, sebagai bagian dari kolaborasi antara CoE CAATIS Telkom University dan DKPP Kota Bandung.
Dalam kolaborasi ini, Walid menjadi bagian dari tim di bawah arahan Kepala CoE CAATIS Telkom University, Rahmat Yasirandi, S.T., M.T., Ph.D. IT, yang memimpin pengembangan dan implementasi sistem.
Salah satu proyek yang dikerjakan adalah pengembangan E-Buruansae Dashboard. Dalam sistem ini, Walid mengimplementasikan fitur prediksi panen berbasis data historis dan pola tanam. Fitur tersebut memungkinkan estimasi waktu panen untuk setiap komoditas serta membantu mengidentifikasi data yang mendekati masa panen.
Selain itu, sistem dilengkapi fitur pelacakan distribusi hasil panen yang mencakup alokasi untuk konsumsi, distribusi sosial, hingga penjualan. Kehadiran fitur ini membantu pengelolaan program pertanian perkotaan di Kota Bandung menjadi lebih terstruktur dan berbasis data.
Walid juga terlibat dalam pengembangan E-Selamat Dashboard, sebuah sistem untuk memantau kondisi kesehatan hewan ternak. Melalui dashboard ini, data hasil inspeksi dari aplikasi mobile dapat divisualisasikan secara komprehensif, termasuk persentase hewan sehat, tidak layak, serta kategori penyakit yang ditemukan.
Sistem tersebut turut mendukung transparansi dalam proses pemeriksaan kesehatan hewan kurban oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung.
Selain itu, Walid berperan dalam pengembangan ulang aplikasi E-Laman Hati, platform digital untuk pengelolaan data kesehatan hewan peliharaan dan satwa. Dalam proyek ini, ia bertindak sebagai Project Manager dengan menerapkan metodologi Agile Scrum untuk mengoordinasikan proses pengembangan.
Ia juga memimpin tim pengembang yang terdiri dari mahasiswa kerja praktik di CoE CAATIS Telkom University, termasuk dalam perencanaan sprint, evaluasi mingguan, serta memastikan kolaborasi tim berjalan secara terstruktur.
Menurut Walid, keterlibatannya dalam berbagai proyek tersebut memberikan pengalaman berharga dalam mengimplementasikan ilmu ke dalam kebutuhan nyata di masyarakat.
“Bagi saya, teknologi tidak hanya tentang membangun sistem, tetapi juga bagaimana sistem tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia berharap kontribusi yang telah dilakukan dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan solusi teknologi yang berdampak luas, khususnya di bidang pertanian dan kesehatan hewan.
Melalui kolaborasi antara akademisi dan pemerintah, ia meyakini teknologi dapat menjadi jembatan dalam menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi kota.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































