Jakarta – Di tengah keterbatasan keluarga sederhana, Muhammad Alfin Mumtaza, pelajar asal Pati, Jawa Tengah, terus menorehkan prestasi gemilang di bidang kepenulisan dan seni. Semangatnya untuk terus mencoba menjadi kunci suksesnya meraih berbagai juara nasional.
Sejak duduk di bangku SD, Alfin sudah gemar bereksperimen dengan hal baru, terutama menulis. Karyanya seperti Mawar Gugur Sebelum Lagu Usai (juara 1), Bayang Tak Bertepi (juara 2), dan Rusuk Redupnya Dunia (juara 3) sukses di tingkat nasional. Tak ketinggalan, Jerat Ambisi dan Pulang Tanpa Ibu menyabet juara pertama dalam marathon menulis nasional.
Alfin juga rajin ikut lomba esai dan cerpen, dengan raihan mulai dari juara 1 hingga harapan 1. Meski begitu, ia tetap merasa sebagai pelajar biasa. “Aku cuma ingin terus mencoba, karena aku percaya setiap usaha pasti menemukan jalannya,” katanya saat diwawancarai.
Prestasinya tak berhenti di tulis-menulis. Di Festival Monolog Nusantara 2025 di Yogyakarta, Alfin meraih juara 3 tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Awalnya tidak pernah menyangka bisa sampai di titik itu. Tapi dari situ aku belajar, kadang kita hanya perlu berani mencoba dulu,” tambahnya.
Kini, Alfin mulai merambah biologi dan lingkungan sebagai bagian dari eksplorasi potensi diri. “Hidup itu tidak harus satu jalan. Selama kita terus berjalan, pasti ada jalan yang terbuka,” ujarnya. Ke depan, ia bercita-cita jadi Quality Control atau terjun ke perfilman sebagai sutradara atau aktor.
Kisah Alfin mengingatkan bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan dan keberanian melangkah, bukan latar belakang mewah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































