Palu (19/1) – Dalam upaya memotret keragaman model pendidikan Islam serta peran strategis ormas dalam bingkai kebangsaan, Dr. Ahmad Ali, MD., MA., melakukan observasi ke DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tengah. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi terciptanya dialektika akademis yang sehat antar-elemen besar umat Islam di Indonesia. Dalam kunjungan itu, Dr. Ahmad Ali didampingi Anggota Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII, Dr. Dwi Pramono, Lc, M.S.I.
Kehadiran Dr. Ahmad Ali—yang dikenal luas sebagai Cendekiawan Muda NU, Dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta, sekaligus Anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Banten—disambut hangat oleh Ketua DPW LDII Sulteng, Zulkifli Lasamai, beserta jajaran pengurus harian di Palu.
Kunjungan Dr. Ahmad Ali ke Bumi Tadulako ini merupakan bagian dari proses penyusunan buku ketiganya yang dinantikan, yakni buku bertajuk “Nasionalisme dan Peran Dakwah LDII di Indonesia”. Melalui karya ilmiah ini, ia berupaya memberikan perspektif objektif mengenai kontribusi nyata ormas Islam dalam memperkuat kohesi sosial dan kecintaan terhadap NKRI.
Dalam risetnya, Dr. Ahmad Ali menyoroti secara khusus sistem pendidikan LDII yang dinilai mampu beradaptasi dengan tantangan modernitas tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Sebagai seorang akademisi, Dr. Ahmad Ali tertarik pada implementasi konsep character building di lingkungan LDII yang tertuang dalam indikator Tri Sukses: Alim-Faqih (berilmu dan paham agama), Berakhlakul Karimah (berbudi pekerti luhur), dan Mandiri.
“Penting bagi publik dan dunia akademis untuk melihat bagaimana ormas Islam mengelola sistem pendidikannya secara sistematis. LDII tidak hanya fokus pada aspek kognitif atau transfer ilmu semata, tetapi memiliki indikator yang terukur dalam membentuk karakter generasi muda yang mandiri namun tetap santun,” ujar Dr. Ahmad Ali.
Ia juga menekankan bahwa memahami model dakwah ormas lain merupakan langkah dewasa dalam beragama, guna mencari titik temu (kalimatun sawa) demi kemajuan bangsa.
Ketua DPW LDII Sulawesi Tengah, Zulkifli Lasamai, memberikan apresiasi atas langkah ilmiah yang diambil oleh Dr. Ahmad Ali. Menurutnya, riset ini merupakan jembatan emas dalam membangun Ukhuwah Islamiyah yang lebih inklusif.
“Kami sangat menyambut baik langkah objektif Dr. Ahmad Ali. Melalui kajian akademis seperti ini, kita bisa saling mengenal lebih dalam, menghilangkan prasangka, dan justru memperkuat kerja sama antar-ormas. Ini adalah perwujudan dari ukhuwah yang sehat dan produktif,” tegas Zulkifli.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi mengenai dinamika dakwah di Sulawesi Tengah. Hasil riset ini diharapkan tidak hanya menjadi referensi perpustakaan, tetapi juga menjadi panduan bagi masyarakat luas untuk melihat potret dakwah Islam di Indonesia yang teduh, nasionalis, dan berorientasi pada kemajuan zaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































