Pekanbaru – Penyanyi dan influencer muda, Habib HDW, kembali menyita perhatian publik. Namun kali ini bukan karena karya musik atau komentar sensasional, melainkan karena curhat jujurnya soal kenaikan berat badan.
Dalam unggahan Instagram Story miliknya, Habib menulis, “Berat badan naik terus, kepala pun ikut berat. Pusing tujuh keliling. Apa ini yang dinamakan beban hidup?”
Unggahan itu sontak mengundang reaksi netizen. Tak hanya menyampaikan unek-unek, Habib juga langsung menyebut nama dokter estetika pribadinya, @fitriaveramasari.
“Bu dokterr estetika ku, gimana berat badan ku yang semakin menyala ini? Kita usahakan kurusan lagi,” tambahnya.
Sang dokter pun merespons dengan nasihat sehat yang diselipi candaan. “Apa nggak naik bb-nya? Asik makan aja sekarang sama jalan-jalan… Kondisikan gula dan karbo-nya yaa. Cukup mak aja yang manis,” tulisnya.
Respons dari warganet pun tak kalah ramai. Banyak yang menyebut Habib sebagai “Ikon Diet Nasional 2025” karena keberaniannya menyampaikan keresahan yang dirasakan banyak orang.
Dikenal sebagai figur publik yang peduli dengan penampilan dan kesehatan, Habib dinilai akan serius dalam usahanya kembali ke bentuk tubuh ideal, apalagi dengan pendampingan dari tenaga profesional.
Apakah ini awal dari perjalanan transformasi tubuh sang bintang? Waktulah yang akan menjawab.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”






































































