Siaran Berita, Malang, Kevin Rasya Athallah tumbuh sebagai representasi generasi muda yang memadukan disiplin, visi, dan semangat inovasi sejak usia sekolah menengah. Lahir di Surabaya dan kini menempuh pendidikan sebagai siswa SMA Taruna Nusantara Kampus Malang Angkatan 35, Kevin menempatkan proses belajar bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan ruang pembentukan karakter dan pengabdian. Sejak kelas 10 semester dua, langkahnya mulai konsisten terlihat melalui partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi akademik dan non-akademik, dengan satu benang merah yang kuat: keinginan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, negara, hingga lingkup global, selaras dengan nilai Tri Prasetya SMA Taruna Nusantara yang ia pegang teguh.
Kevin Rasya Athallah dikenal sebagai pelajar Taruna Nusantara yang membangun identitas diri sebagai sosok berprestasi, kreatif, serta inovatif, dengan orientasi kuat pada dampak dan kebermanfaatan. Karakter ini terbentuk melalui keseharian yang terstruktur, disiplin tinggi, serta keberanian mengambil tantangan intelektual. Bukan hanya fokus pada capaian angka dan peringkat, Kevin menempatkan setiap lomba sebagai proses pembelajaran strategis, sarana memperluas perspektif, serta ruang mengasah kepemimpinan. Dalam berbagai forum akademik, ia dikenal mampu menyampaikan gagasan dengan runtut, berpikir sistematis, dan menghadirkan solusi berbasis riset, kualitas yang membuat namanya mulai diperhitungkan dalam lingkar kompetisi pelajar berprestasi.

Prestasi Kevin Rasya Athallah mencapai titik penting ketika namanya tercatat dalam ajang Pusat Prestasi Nasional tahun 2025. Capaian peringkat empat tingkat nasional, peringkat pertama Jawa Timur, serta peringkat pertama Kabupaten Malang bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti konsistensi dan ketekunan panjang. Di balik pencapaian tersebut terdapat jam belajar yang disiplin, pengelolaan waktu yang matang, serta kemampuan bekerja dalam tim. Selain PUSPRESNAS, Kevin aktif mengikuti lomba inovasi sains, karya tulis ilmiah, delegasi akademik, hingga olimpiade, membentuk portofolio prestasi yang menunjukkan keluasan minat sekaligus kedalaman kompetensi.
Ruang pengembangan diri Kevin tidak berhenti pada prestasi akademik. Aktivitas non-akademik turut menjadi fondasi pembentukan kepribadian dan kepemimpinan. Keterlibatan dalam tim basket melatih ketahanan fisik, sportivitas, serta kerja sama tim, sementara keaktifan dalam Kelompok Ilmiah Remaja memperkuat kemampuan riset, analisis data, dan berpikir kritis. Kombinasi ini menjadikan Kevin Rasya Athallah sebagai pelajar dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial, kualitas yang jarang dimiliki secara bersamaan pada usia sekolah menengah.
Sejumlah karya inovasi sains dan proyek karya tulis ilmiah menjadi cerminan nyata orientasi Kevin terhadap solusi dan kebermanfaatan. Proyek-proyek tersebut dirancang tidak hanya untuk memenangkan lomba, tetapi juga menjawab persoalan lingkungan dan sosial secara aplikatif. Pengalaman sebagai delegasi dan peserta olimpiade memberinya ruang untuk berlatih diplomasi gagasan, menyusun strategi, serta mempertahankan argumen dalam forum formal. Kemampuan ini membentuk kepercayaan diri intelektual yang kuat, sekaligus memperluas jejaring akademik lintas daerah dan latar belakang.

Aktivitas harian Kevin Rasya Athallah dipenuhi dengan proses pengembangan diri yang berkelanjutan. Latihan basket, riset ilmiah, persiapan lomba, hingga diskusi ide bersama rekan sebaya berjalan beriringan dengan upaya mengasah kepemimpinan dan kemampuan berbicara di hadapan publik. Kevin juga dikenal terbuka berbagi pengalaman, baik melalui diskusi informal maupun pendampingan teman seangkatan, menjadikan pencapaiannya bukan hanya prestasi personal, tetapi juga sumber inspirasi kolektif.
Pandangan ke depan Kevin Rasya Athallah terarah dan terukur. Cita-cita menembus Akademi Kepolisian serta melanjutkan pendidikan ke luar negeri menjadi tujuan jangka panjang yang dipersiapkan melalui rekam jejak prestasi, kedisiplinan, dan integritas. Rencana pengembangan inovasi sains dengan dampak luas serta ambisi menembus kompetisi nasional dan internasional menegaskan posisinya sebagai pelajar yang berpikir jauh melampaui batas ruang kelas. Dengan personal branding sebagai pelajar berprestasi, inovatif, dan berdampak, Kevin Rasya Athallah membangun narasi tentang generasi muda yang siap memimpin melalui ilmu, karakter, dan pengabdian.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































