Bandung Barat 17 Seftember 2025 Lahir dan tumbuh di tengah kesederhanaan desa, tak menghalangi langkah seorang pemuda asal Kabupaten Bandung Barat untuk menapaki panggung dakwah nasional dan internasional. Dialah Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad, pemuda kelahiran 2004 dari Kampung Cikokosan, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, yang kini dikenal sebagai salah satu Dai Muda Kementerian Agama Republik Indonesia.
Bermula dari lingkungan keluarga agamis dan pendidikan pesantren, Luthfi tumbuh sebagai pribadi yang cinta ilmu, aktif berdakwah, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kiprahnya kini menjangkau forum-forum internasional, termasuk menjadi peserta “International Conference Santri Mendunia” yang digelar di tiga negara ASEAN: Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Jejak Pendidikan: Dari Lembah Desa Menuju Dunia
Luthfi mengenyam pendidikan formal sejak dini di TK Nurul Qomar, kemudian melanjutkan ke SDN Parakankopo. Pendidikan tingkat menengah ia tempuh di MTs Al Musri’ 1, dan jenjang atas di SMA IT Al Huda. Selama masa studinya, ia tak hanya berprestasi secara akademik, tapi juga aktif dalam kegiatan organisasi dan keagamaan.
Pendidikan nonformalnya didapat langsung dari kedua orang tuanya, Ust. Nenda Solihin dan Ustd. Santika, yang membimbingnya dalam ilmu agama, adab, dan praktik dakwah sejak usia dini.
Luthfi juga merupakan alumni Pondok Pesantren Al Huda Al Musri’ 1, dan saat ini masih aktif sebagai santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri’ Pusat, Cianjur, tempat ia memperdalam ilmu agama dan mengasah diri dalam lingkungan pesantren yang lebih luas.
Pengalaman Organisasi: Jiwa Pemimpin yang Terasah Sejak Muda
Sejak duduk di bangku sekolah, Luthfi telah menunjukkan bakat kepemimpinan dan semangat berorganisasi. Ia pernah dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, antara lain:
Ketua BEST (Badan Eksekutif Santri Terpadu) MTs Al Musri’ 1
Wakil Ketua OSIS SMA IT Al Huda
Anggota Divisi Tarbiyyah dan Dakwah Ponpes Al Huda Al Musri’
Wakil Komandan DKAC CBP Ciranjang
Kini, Luthfi aktif sebagai Pengurus DPW Ikatan Dai Muda Nusantara (IDMN) serta Pengurus DPP IDMN Divisi Media, di mana ia berperan dalam menyebarkan dakwah digital yang santun, edukatif, dan merangkul generasi muda.
Menjadi Wakil Indonesia di Forum Internasional
Puncak kiprahnya di level internasional terjadi saat Luthfi diundang sebagai salah satu delegasi Indonesia dalam program International Conference Santri Mendunia. Dalam forum yang diselenggarakan di Malaysia, Singapura, dan Thailand tersebut, ia menyuarakan pesan tentang pentingnya Islam rahmatan lil ‘alamin, moderasi beragama, dan peran strategis santri dalam membangun perdamaian global.
Luthfi menjadi representasi santri muda yang tidak hanya cakap dalam ilmu agama, namun juga mampu berdialog dengan dunia, mengedepankan toleransi, dan mengusung nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang.
Semangat Dakwah dan Harapan Masa Depan
Dengan gaya dakwah yang santun, argumentatif, dan membumi, Luthfi terus aktif menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui berbagai platform, termasuk mimbar, majelis taklim, media sosial, hingga kegiatan sosial keumatan.
“Dakwah bukan hanya ceramah, tapi keteladanan. Bukan hanya bicara, tapi juga mendengar. Saya ingin menjadi dai yang bisa hadir di tengah masyarakat, menjadi sahabat bagi semua kalangan,” ujar Luthfi.
Ke depan, ia berharap bisa terus mengembangkan kapasitasnya sebagai dai muda yang mampu menjawab tantangan zaman, serta menjadi inspirasi bagi anak-anak muda dari pelosok desa untuk terus bermimpi besar, berilmu, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Penutup
Kisah Luthfi Muhammad Fikri Al Zawad adalah bukti nyata bahwa santri desa pun mampu mendunia, selama dibekali dengan keilmuan, ketekunan, dan akhlak mulia. Dari Kampung Cikokosan yang sederhana, ia kini menjadi Dai Muda Kementrian Agama RI — menyampaikan pesan damai dari nusantara untuk dunia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































