Jakarta — Ruang kelas bukan sekadar tempat menyampaikan materi, tetapi ruang pembentukan karakter, nilai, dan masa depan. Pemahaman inilah yang menjadi benang merah perjalanan enam mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) selama mengikuti Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) di SMAN 61 Jakarta.
Program yang berlangsung sejak 28 Juli hingga 2 Desember 2025 ini menjadi fase penting bagi mahasiswa calon pendidik untuk bertransformasi dari pembelajar teori menjadi praktisi pendidikan yang berhadapan langsung dengan realitas sekolah. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Sri Astuti, M.Pd., keenam mahasiswa FKIP UHAMKA ditempatkan dan dibina secara intensif agar mampu memahami ekosistem pendidikan secara utuh.
Adapun mahasiswa yang terlibat dalam program PLP ini adalah Syafiq Wicaksono dan Alvina Elsa Rizkia dari Program Studi Pendidikan Ekonomi; M. Aidil Fikri, Siti Zahra Tunny, serta Amelia Ekaputri Nurgita dari Pendidikan Biologi; dan Inka Amara Gustanti dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dengan latar keilmuan yang beragam, mereka berkontribusi sesuai bidang masing-masing dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah.

Sejak awal penugasan, mahasiswa PLP FKIP UHAMKA tidak hanya ditempatkan sebagai pengamat pasif. Mereka menjalani praktik mengajar langsung di kelas, menyusun perangkat pembelajaran, berkolaborasi dengan guru pamong, serta mengelola kelas sebagaimana peran guru profesional pada umumnya. Interaksi intens dengan siswa menjadi pengalaman berharga dalam membangun kompetensi pedagogik, komunikasi, dan manajemen kelas.
Selain kegiatan pembelajaran, mahasiswa PLP FKIP UHAMKA juga terlibat dalam berbagai aktivitas penunjang sekolah. Mulai dari mengikuti upacara bendera, piket salam di pagi hari, bertugas di ruang piket hingga piket Makan Bergizi Gratis (MBG), serta membantu pendataan aset buku sekolah. Keterlibatan ini memberikan pengalaman nyata mengenai manajemen dan budaya kerja di lingkungan sekolah menengah atas.

Momentum nasional dan kegiatan tematik sekolah turut menjadi bagian penting dari perjalanan PLP ini. Mahasiswa berpartisipasi dalam peringatan dan perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Hari Pramuka, Hari Kesaktian Pancasila, Hari Batik Nasional, hingga peryaan meriah Hari Guru Nasional. Tidak hanya itu, Beragam agenda khas sekolah juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan PLP ini. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan Demisioner PK OSIS, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) kelas X, serta pembelajaran luar ruangan ke Kebun Raya dan Kota Tua bagi siswa kelas X dan XII. Selain itu, kegiatan kokurikuler rutin setiap hari Rabu, merayakan purna bakti guru, hingga Seminar Deep Learning yang memperkaya wawasan pedagogik berbasis inovasi.
Peran mahasiswa semakin nyata ketika mereka dipercaya menjadi pengawas dalam pelaksanaan Asesmen Formatif Bersama dan Asesmen Sumatif Akhir Bersama, serta mengikuti rapat-rapat rutin sekolah. Dinamika sekolah pun semakin terasa dengan kehadiran berbagai sponsor kegiatan seru, seperti Good Day, Mie Sedap, dan mitra lainnya, yang menambah warna dalam aktivitas di lingkungan sekolah.
Puncak perjalanan PLP ini ditandai dengan acara pelepasan mahasiswa pada 2 Desember 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bersama dengan mahasiswa dari universitas lain, seperti Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang juga menjalani program praktik mengajar di SMAN 61 Jakarta. Kebersamaan lintas institusi ini menciptakan suasana kolaboratif yang hangat dan penuh makna.

Acara pelepasan dihadiri oleh jajaran Bapak dan Ibu guru, guru pamong, kepala sekolah, serta dosen pembimbing dari masing-masing perguruan tinggi. Mengusung tema “The Last Bell: To Teach, To Reach, To Inspire, pelepasan ini menjadi simbol berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Namun lebih dari itu, bel terakhir tersebut justru menjadi awal panggilan pengabdian sebagai pendidik yang siap menjangkau dan menginspirasi generasi masa depan.
Melalui Program Pengenalan Lingkungan Persekolahan ini, FKIP UHAMKA menegaskan perannya dalam membentuk calon guru yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan sosial. Empat bulan di SMAN 61 Jakarta menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, dan ruang pengabdian—tempat para mahasiswa menemukan makna sejati dari profesi guru.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































