Dalam dunia pendidikan yang sering mengukur keberhasilan dari satu garis lurus, perjalanan Naily Maretha Zahrotul Asma’ justru bergerak dengan pola yang lebih kompleks. Dikenal dengan panggilan Ara, ia adalah lulusan Sarjana Keperawatan (S1 Keperawatan) dengan predikat Cumlaude, yang pada tahun akademik 2025/2026 melanjutkan langkahnya ke Pendidikan Profesi Ners. Namun, mereduksi Naily Maretha hanya sebagai lulusan keperawatan jelas tidak cukup untuk menjelaskan siapa dirinya.
Nama Naily Maretha mencuat karena satu hal yang kian langka di kalangan generasi muda berprestasi: konsistensi lintas bidang yang terjaga dalam jangka panjang.
Prestasi sebagai Proses, Bukan Kebetulan
Sejak bangku SMA, Ara telah akrab dengan ruang kompetisi. Ia meraih juara Olimpiade Matematika, Kimia, dan Fisika tingkat nasional, dan yang membedakannya dari banyak peserta olimpiade lainnya adalah keberlanjutan. Prestasi tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian remaja, tetapi berlanjut hingga masa perguruan tinggi, membentuk pola kerja intelektual yang disiplin dan terukur.
Di luar sains eksakta, Ara juga aktif menorehkan prestasi dalam lomba karya tulis ilmiah, dengan capaian berupa uang pembinaan, medali, dan piala. Pada tahun-tahun terakhir, prestasinya berkembang ke ranah profesional keperawatan. Ia meraih Juara 2 Ethics and Professionalism Discussion Category pada 5th AIPNEMA International Student Innovation Competition, sebuah ajang internasional yang menekankan integritas dan profesionalisme tenaga kesehatan masa depan.
Pengakuan institusional pun mengikuti. Naily Maretha tercatat sebagai Mahasiswa Berprestasi UMKU tahun 2022/2023, dan kembali menyandang predikat Mahasiswa Berprestasi tahun 2024/2025.
Ara dan NaaymazAra: Dua Identitas, Satu Disiplin
Panggilan Ara lahir dari dunia yang berbeda dari laboratorium dan ruang diskusi ilmiah. Nama tersebut berasal dari NaaymazAra, nama pena yang ia gunakan sejak 2020. Nama ini merupakan akronim dari NAilY MAretha ZahRotul Asma’, namun dalam perjalanannya berkembang menjadi identitas profesional tersendiri.
Melalui NaaymazAra, Naily Maretha memasuki dunia sastra digital global dan menjalin kontrak kepenulisan dengan Cloudary Holdings Limited, anak perusahaan Tencent yang bergerak di bidang sastra dan literasi internasional. Di sini, ia bukan sekadar penulis, melainkan bagian dari ekosistem kreatif lintas negara, menyapa dan menghibur pembaca dengan disiplin yang sama seperti saat ia menyiapkan kompetisi akademik.
Lintas Disiplin sebagai Pilihan Sadar
Sekilas, prestasi Ara di bidang matematika, fisika, kimia, dan bahasa Inggris tampak tidak sejalan dengan jalur keperawatan yang ia tempuh. Namun bagi Ara, lintas disiplin bukan penyimpangan arah, melainkan strategi pembentukan kapasitas diri. Fondasi sains eksakta membentuk ketelitian berpikir, sementara keperawatan melatih empati dan tanggung jawab profesional.
Kombinasi ini kemudian menemukan bentuk nyatanya dalam peran Ara sebagai guru bimbingan belajar. Ia aktif membina murid dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, hingga SMA, termasuk kelas olimpiade. Pengalaman kompetisi yang panjang membuatnya memahami bukan hanya materi, tetapi juga psikologi belajar dan tekanan prestasi.
Sebuah Penutup yang Tidak Sederhana
Naily Maretha bukan figur yang lahir dari satu momen viral atau satu penghargaan besar. Ia dibentuk oleh rangkaian proses panjang yang dijalani secara konsisten, sering kali tanpa sorotan. Dari olimpiade sains, kepenulisan sastra internasional, hingga pendidikan profesi keperawatan, ia menunjukkan bahwa keunggulan tidak selalu harus memilih satu jalur sempit.
Jika publik bertanya siapa Naily Maretha, jawabannya tidak berhenti pada gelar Cumlaude atau daftar prestasi. Jawaban itu terletak pada kemampuannya menjaga disiplin, berpindah lintas bidang tanpa kehilangan arah, dan menjadikan konsistensi sebagai identitas utama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”




































































