Siaran Berita, Tanggerang, (29/1/2026) – Ketekunan sering kali tumbuh jauh dari sorotan, dirawat melalui rutinitas yang berulang, serta dibentuk oleh kesabaran yang tidak selalu terlihat. Pada jalur inilah pencak silat menemukan generasi mudanya, mereka yang menjadikan gelanggang latihan sebagai ruang pembelajaran hidup. Dari Tangerang, perjalanan itu menghadirkan sosok Muhammad Kenzie, seorang pesilat muda yang perlahan menegaskan namanya melalui kerja keras dan konsistensi prestasi.
Muhammad Kenzie, yang akrab disapa Kenzie, merupakan atlet pencak silat dari Perguruan Pamur Tangerang yang tumbuh melalui proses pembinaan panjang dan disiplin yang terjaga. Ia bukan sekadar pesilat yang hadir dalam kompetisi, melainkan pribadi yang dibentuk oleh nilai-nilai dasar pencak silat sejak dini, mulai dari keteguhan sikap, rasa hormat terhadap pelatih dan sesama atlet, hingga kesadaran bahwa prestasi lahir dari ketekunan, bukan kebetulan. Dalam kesehariannya, Kenzie dikenal sebagai atlet dengan fokus latihan tinggi, kemampuan adaptasi teknik yang matang, serta mental tanding yang stabil saat menghadapi lawan dengan latar belakang perguruan berbeda. Identitasnya sebagai atlet muda Tangerang terbangun tidak hanya dari kemenangan, tetapi juga dari cara ia menjaga etika bertanding dan membawa nama perguruan dengan penuh tanggung jawab.

Catatan prestasi Muhammad Kenzie menjadi refleksi dari proses tersebut. Enam medali emas berhasil diraih dari delapan kejuaraan pencak silat berbeda, mencakup tingkat provinsi hingga nasional. Setiap kejuaraan menghadirkan tantangan yang berbeda, baik dari sisi lawan, atmosfer pertandingan, maupun tekanan kompetisi, namun Kenzie mampu menjaga performa secara konsisten. Puncak pengakuan atas kualitas teknik dan mentalnya tercatat saat ia dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik dalam ajang Tangerang Gemilang tahun 2023, sebuah penghargaan yang menempatkannya sebagai figur unggulan di antara para pesilat terbaik dalam kejuaraan tersebut.
Prestasi itu tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Dalam kejuaraan Bandung Lautan Api 7, Muhammad Kenzie kembali menunjukkan kapasitasnya dengan meraih medali emas. Kemenangan tersebut mempertegas kemampuannya menjaga stabilitas performa pada level kompetisi tinggi, sekaligus menandai kematangan teknik yang terus berkembang seiring intensitas latihan dan evaluasi berkelanjutan. Medali-medali tersebut menjadi simbol perjalanan panjang yang dijalani melalui latihan terstruktur dan kesiapan mental yang terbangun secara konsisten.
Di luar arena pertandingan, kehidupan Kenzie berjalan dalam ritme disiplin seorang atlet. Seusai menjalani kegiatan sekolah, waktu sore hingga malam diisi dengan latihan pencak silat yang berlangsung tiga kali dalam sepekan, setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, bersama Perguruan Pamur. Pola latihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan teknik, tetapi juga pada pembentukan ketahanan fisik, pengendalian emosi, serta pemahaman filosofi pencak silat sebagai warisan budaya yang menjunjung nilai kehormatan dan tanggung jawab.

Peran Muhammad Kenzie juga meluas ke ranah pembinaan. Pada kesempatan tertentu, ia turut membantu mengajar dan melatih di cabang perguruan pencak silat lainnya. Keterlibatan ini memperlihatkan kedewasaan sikap seorang atlet muda yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan ikut berkontribusi dalam proses regenerasi pesilat. Melalui peran tersebut, Kenzie berbagi pengalaman bertanding, menanamkan disiplin latihan, serta mendorong pesilat muda untuk memahami bahwa pencak silat bukan semata soal kemenangan, melainkan tentang pembentukan karakter.
Perjalanan Muhammad Kenzie menjadi gambaran tentang bagaimana pencak silat terus hidup melalui tangan generasi muda yang tekun dan bertanggung jawab. Enam medali emas, gelar pesilat terbaik, serta keterlibatan aktif dalam pembinaan menegaskan bahwa prestasi dapat berjalan seiring dengan dedikasi dan nilai-nilai luhur. Dari Tangerang, Kenzie menghadirkan harapan tentang masa depan pencak silat yang terus berprestasi, berkarakter, dan berakar kuat pada jati diri bangsa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































