Siaran Berita, Sidoarjo — Mochammad Aditya Pratama, pelajar asal Kabupaten Sidoarjo, membuktikan bahwa dari sekolah yang tak pernah direncanakan, ia bisa berkiprah di tingkat nasional. Meski tidak diterima di SMA favorit yang ia impikan, Aditya menemukan jalur baru melalui pendidikannya di SMAS Senopati Sedati, di mana ia mulai membangun kembali kepercayaan diri dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan pelajar.
“Awalnya saya merasa gagal karena tidak masuk sekolah yang saya impikan. Namun dari SMAS Senopati Sedati, saya belajar bahwa proses dan kemauan untuk berkembang jauh lebih penting daripada sekadar label sekolah,” ujar Aditya.
Dari pengalaman yang tak direncanakan itu, Aditya terdorong untuk keluar dari zona nyaman. Keaktifannya kemudian membawanya terlibat dalam Jambore Pelajar Teladan Bangsa (JPTB) 2024, sebuah kegiatan nasional yang mempertemukan 100 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
JPTB 2024 diselenggarakan oleh MAARIF Institute bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan berlangsung pada 23–27 Desember 2024 di BBPPMPV BOE Malang. Kegiatan ini mengusung tema “Empowered Youth: Building a Sustainable Future Together” dengan tujuan memperkuat literasi kritis, kolaborasi, serta peran pelajar sebagai agen perubahan. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, dengan kehadiran Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, serta Kepala PUSPEKA Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami.
Menurut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, “Sebagai pelajar, kalian bisa menjadi pembelajar dengan mengikuti kegiatan di luar. Ambil ilmu sebanyak-banyaknya, kembali ke sekolah dan komunitas, lalu bawa perubahan serta kegiatan positif.”

Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai rangkaian diskusi, forum kolaboratif, serta aktivitas penguatan karakter. Materi disampaikan oleh narasumber berkompeten dari berbagai bidang, memberikan wawasan mendalam tentang kepemimpinan, literasi kritis, dan kolaborasi pelajar. Selain itu, peserta juga mengunjungi Kampung Moderasi, sebuah program yang mengenalkan nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan moderasi beragama. Kunjungan ini memberi kesempatan bagi pelajar untuk melihat praktik moderasi secara langsung dan berdiskusi mengenai penerapan nilai tersebut di lingkungan mereka.
Bagi Mochammad Aditya Pratama, keterlibatan dalam kegiatan berskala nasional menjadi pengalaman berharga yang membentuk pola pikir, keberanian mencoba, dan semangat untuk terus belajar. Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, serta berani menemukan ruang tumbuh melalui jalur yang mungkin tidak pernah direncanakan sebelumnya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































