Di kalangan Gen Z, hampir semua aplikasi kini telah menyediakan mode gelap (dark mode). Tidak hanya soal estetika, preferensi terhadap dark mode atau light mode ini semakin sering dikaitkan dengan kenyamanan, kesehatan mata, dan juga efisiensi kognitif. Dark mode kemudian menjadi tren gaya hidup digital. Banyak penggunanya merasa lebih nyaman dan tampilannya memberi kesan lebih modern serta minimalis. Namun, di balik tren yang terus berkembang di era ini, muncul pertanyaan penting: apakah salah satu mode benar-benar lebih baik bagi persepsi visual manusia?
Bagaimana Mata Memproses Cahaya
Menurut Purwanti dkk. (2019), proses melihat dimulai ketika cahaya masuk ke mata dan difokuskan oleh kornea dan lensa menuju retina. Retina memiliki dua jenis sel fotoreseptor yaitu: sel batang (rods) dan sel kerucut (cones). Sel batang lebih aktif dalam cahaya yang rendah dan membantu mendeteksi bentuk serta intensitas terang-gelap, sedangkan sel kerucut aktif pada cahaya terang untuk melihat warna dan ketajaman visual.
Setelah cahaya ditangkap, sel fotoreseptor mengubahnya menjadi impuls listrik yang diteruskan ke otak melalui sel bipolar dan ganglion. Retina memproses informasi melalui jalur ON, yang merespons peningkatan cahaya, dan jalur OFF, yang merespons penurunan cahaya. Mekanisme ini memungkinkan otak mendeteksi perubahan kontras dengan cepat. Sensitivitas retina inilah yang membuat mode tampilan layar bisa memengaruhi kenyamanan visual, tergantung pencahayaan dan adaptasi mata.
Analisis Pengaruh Mode Tampilan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika layar menampilkan cahaya terang (light mode), jalur ON lebih dominan aktif. Akibatnya, retina bekerja lebih keras untuk menyesuaikan intensitas cahaya, yang bisa menimbulkan kelelahan dan mata kering. Sebaliknya, dark mode menurunkan stimulasi jalur ON, sehingga beban kerja retina lebih ringan, terutama pada sel batang. Hal ini menjelaskan mengapa penurunan Critical Flicker Frequency (CFF) lebih kecil pada dark mode dan pengguna melaporkan iritasi mata lebih sedikit. Dengan demikian, perbedaan kenyamanan tidak hanya soal preferensi, tetapi juga terkait cara retina memproses cahaya dan kontras.
Pemahaman ini penting agar kita bisa melihat bagaimana paparan layar memengaruhi kenyamanan visual. Berdasarkan teori ini, beberapa penelitian telah membandingkan dampak dark mode dan light mode terhadap kelelahan mata.
Peneliti Terdahulu
Purwanti dkk. (2019) menekankan bahwa sel fotoreseptor retina berperan dalam adaptasi cahaya, yang memengaruhi kenyamanan visual pada penggunaan dark mode dan light mode.
Faktor yang mempengaruhi kenyamanan mode tampilan:
Berdasarkan penelitian Aulia dkk. (2023), kenyamanan dari mode tampilan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, sebagai berikut:
1. Tingkat Silau: Dark mode lebih nyaman karena tidak terlalu menyilaukan, terutama di ruangan redup.
2. Kontras layar: Dark mode memberikan kontras yang lebih lembut sehingga mata tidak cepat lelah.
3. Kondisi pencahayaan sekitar: Light mode lebih cocok di tempat terang, sedangkan dark mode nyaman untuk malam hari atau di tempat gelap.
4. Persepsi subjektif pengguna: Banyak pengguna yang merasa dark mode lebih tenang dan tidak membuat mata cepat tegang.
Kesimpulan
Dark mode dan light mode pada dasarnya memiliki fungsi dan keunggulan masing-masing dalam mendukung persepsi visual manusia. Proses melihat yang melibatkan retina, sel batang, sel kerucut, serta jalur ON dan OFF menunjukkan bahwa mata bekerja dengan sangat sensitif terhadap perubahan cahaya dan kontras. Karena itu, perbedaan tampilan layar dapat memengaruhi kenyamanan dan tingkat kelelahan mata. Berdasarkan penelitian terdahulu, dark mode cenderung memberikan penurunan kelelahan visual yang lebih kecil dan mengurangi gejala mata kering dibandingkan light mode, terutama saat digunakan dalam kondisi pencahayaan rendah. Namun, light mode tetap lebih sesuai pada lingkungan terang karena memberikan keterbacaan yang optimal. Selain itu, faktor-faktor yang berkaitan pula dengan sensasi (mata menangkap cahaya) dan persepsi (memproses cahaya itu) seperti tingkat silau, kontras layar, kondisi pencahayaan sekitar, dan persepsi subjektif pengguna ikut menentukan kenyamanan mode tampilan. Dengan demikian, tidak ada satu mode yang sepenuhnya “paling baik”, tetapi keduanya akan bekerja optimal bila digunakan sesuai sensasi dan persepsi dari kebutuhan visual masing-masing individu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































