Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan perubahan besar dalam Pendidikan, terutama dalam cara dan sarana belajar mengajar. Pembelajaran yang sebelumnya bersifat konvensional kini bertransformasi menuju pendekatan yang lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Salah satu inovasi yang berkembang dengan cepat adalah pemanfaatan digital storytelling sebagai alat pembelajaran. Cerita digital menggabungkan cerita dengan berbagai elemen multimedia seperti gambar, suara dan video, sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi para siswa
Salah satu keterampilan yang sangat penting dalam proses pembelajaran adalah kemampuan berpikir kritis. Menurut Robert H. Ennis mengatakan bahwa berpikir kritis adalah proses berpikir yang menggunakan logika dan pemikiran yang memikirkan Kembali, yang bertujuan untuk mengambil Keputusan tentang apa yang harus diterima atau dilakukan (Ennis, 2011). Definisi ini menunjukkan bahwa berpikir kritis tidak hanya tentang kemampuan memahami informasi, tetapi juga tentang kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi dan membuat Kesimpulan berdasarkan bukti yang ada.
Sejalan dengan pendapat tersebut, Peter A. Facione menjelaskan bahwa berpikir kritis merupakan proses kognitif yang melibatkan kemampuan dalam memahami, menganalisis, mengevaluasi, mengambil Kesimpulan, serta mempertanggungjawabkan informasi atau permasalahan (Facione, 2015). Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran karena bisa membantu siswa memahami informasi dengan lebih baik dan mampu mengatasi berbagai masalah yang mereka temui.
Namun di dunia nyata, pembelajaran disekolah masih banyak menggunakan cara lama yang lebih mengandalkan menghafal. Metode pembelajaran tersebut tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Salah satu cara belajar yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah melalui digital storytelling. Digital storytelling adalah cara menceritakan kisah dengan menggunakan teknologi digital seperti gambar, video, animasi, dan suara agar pesan atau informasi yang disampaikan lebih menarik dan bisa diikuti dengan lebih mudah. Menurut Bernard R.Robin menyebutkan bahwa digital storytelling adalah cara menggabungkan seni bercerita dengan berbagai bentuk media digital seperti gambar, suara, video dan teks untuk membuat cerita yang lebih menarik dan bermakna dalam proses belajar (Robin, 2016).
Cerita sudah lama digunakan dalam pembelajaran sebagai cara untuk memberikan nilai, pengetahuan dan pengalaman kepada orang-orang yang lahir kemudian. Namun seiring berkembangkang nya teknologi digital, cara bercerita atau storytelling pun berubah menjadi digital storytelling yang menggunakan berbagai media digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif. Digital storytelling memiliki banyak keistimewaan dalam proses belajar. Salah satu kelebihannya adalah kemampuannya dalam meningkatkan semangat belajar para siswa. Materi yang disampaikan melalui media digital dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami karena siswa dapat melihat visualisasi dari materi tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Tarigan, Hasibuan, dan Nurmayana tahun 2023, Penggunaan digital storytelling dalam proses belajar dapat meningkatkan kemampuan literasi dan kemampuan berpikir kritis para mahasiswa karena media ini mendorong siswa untuk menganalisis isi cerita dan memahami pesan yang terkandung didalamnya.
Selain itu, cerita digital juga bisa membuat siswa lebih aktif dan tertarik dalam belajar. Dalam kegiatan cerita digital , siswa tidak hanya menjadi pendengar tetapi juga dapat menjadi penulis cerita digital. Proses membuat cerita digital melibatkan beberapa Langkah, seperti mencari informasi, Menyusun urutan cerita, memilih media yang tepat, dan menyampaikan pesan dengan cara yang jelas dan terstruktur. Proses itu bisa membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis karena mereka diharuskan menganalisis informasi yang mereka dapatkan sebelum mengubahnya menjadi sebuah cerita yang bermakna. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa menggunakan digital storytelling dalam pembelajaran bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena media ini mendorong siswa untuk memahami masalah yang ada dalam cerita serta mencari cara mengatasi masalah tersebut. Selain itu, diskusi yang dilakukan setelah penyampaian cerita digital juga dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berargumen dan mengevaluasi berbagai pendapat yang muncul dalam proses pembelajaran.
Penelitian yang dilakukan oleh Putri, Irwan dan Rahmadani tahun 2024 menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa memiliki kaitan yang cukup kuat dengan Tingkat literasi digital mereka. Siswa yang memiliki literasi digital yang baik cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi karena terbiasa mengevaluasi informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Selain membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis digital storytelling juga bisa memperkuat kreativitas serta kemampuan berkomunikasi siswa. Saat siswa membuat cerita digital, mereka perlu bisa menyampaikan gagasan atau pesan yang ingin dikomunikasikan dengan menggunakan berbagai jenis media seperti teks, gambar, video dan suara. Proses ini dapat melatih siswa untuk berpikir kreatif dan menyampaikan ide-ide mereka secara jelas serta terorganisir.
Dengan demikian, menggunakan digital storytelling dalam proses belajar bisa memberikan banyak manfaat bagi siswa. Terutama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Dengan menggunakan cerita digital, siswa tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam menganalisis, memahami, serta mengevaluasi informasi yang mereka pelajari. Oleh karena itu, digital storytelling dapat menjadi salah satu media pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.
DAFTAR PUSTAKA
Ennis, R. H. (2011). The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Dispositions and Abilities. University of Illinois. hlm. 1–8.
Facione, P. A. (2015). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. Insight Assessment. hlm. 3–20.
Robin, B. R. (2016). The Power of Digital Storytelling to Support Teaching and Learning. Educational Technology, 47(3), 220–228.
Lambert, J. (2013). Digital Storytelling: Capturing Lives, Creating Community (4th ed.). Routledge. hlm. 1–25.
Ohler, J. (2013). Digital Storytelling in the Classroom: New Media Pathways to Literacy, Learning, and Creativity. Corwin Press. hlm. 45–78.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia Learning (2nd ed.). Cambridge University Press. hlm. 31–48.
Paul, R., & Elder, L. (2014). Critical Thinking: Tools for Taking Charge of Your Learning and Your Life. Pearson. hlm. 2–18.
Tarigan, F. N., Hasibuan, S. A., & Nurmayana. (2023). Pengembangan Digital Storytelling Berbasis Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi dan Critical Thinking Mahasiswa. Jurnal Dunia Pendidikan, 4(1), 485–491.
Putri, M., Irwan, & Rahmadani, S. (2024). Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 112–120.
Safitri, D. A., Wiranti, D. A., & Farida, Y. E. (2023). Pengaruh Metode Storytelling terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(1), 45–53.
Handayani, R. D., Maritasari, D. B., & Zohrani. (2025). Analisis Media Pembelajaran Digital Buku Cerita Rakyat terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. BADA’A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 6(1), 22–30.
Wijayanti, S. F., Artharina, F. P., Dwijayanti, I., & Sustaminawhanti, J. (2024). Strategi Literasi Digital sebagai Sarana Penguatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 5(2), 101–110.
Nama
:
Fathimatuz Zahra
Jurusan
:
Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Instansi
:
Universitas Islam Negri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































