Konseling kelompok pada dasarnya merupakan ruang aman tempat beberapa orang berkumpul untuk saling berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain. Pauline Harrison menyebutkan bahwa kelompok yang efektif biasanya terdiri atas 4 hingga 8 konseli dan dipandu oleh satu atau dua konselor profesional. Dalam suasana seperti ini, setiap peserta memiliki kesempatan untuk menceritakan pengalamannya mulai dari tantangan komunikasi, rasa percaya diri, hingga cara menghadapi situasi yang penuh tekanan. Suasana bersama ini membuat proses konseling terasa lebih hidup: ada dukungan, masukan, serta perasaan bahwa “saya tidak sendirian menghadapi ini”.
Ketika konsep ini diterapkan pada konseling kelompok antarorang tua, dinamika yang muncul menjadi semakin kaya. Para orang tua dapat mendengarkan sudut pandang satu sama lain tanpa merasa dihakimi. Konselor hadir sebagai penengah yang memastikan diskusi tetap hangat, aman, dan produktif. Salah satu aspek penting dalam proses ini adalah pembangunan komunikasi yang sehat. Banyak keluarga memiliki pola komunikasi yang tidak disadari mudah tersinggung, saling menyalahkan, atau justru terlalu tertutup. Melalui sesi kelompok, pola-pola ini mulai terlihat dan secara perlahan dapat diperbaiki.
Orang tua belajar menyampaikan pendapat dengan lebih tenang, mendengarkan dengan lebih sabar, serta memahami kebutuhan anak maupun pasangannya. Proses ini bukan sekadar “curhat bersama”, melainkan ruang belajar kolektif yang membantu keluarga menemukan cara baru dalam menyelesaikan masalah. Konseling kelompok antarorang tua membuka kesempatan untuk memperkuat kerja sama, menumbuhkan empati, dan membangun hubungan keluarga yang lebih hangat.
Pada akhirnya, konseling kelompok bukan hanya berbicara tentang masalah, tetapi juga mengenai upaya menciptakan rumah yang lebih sehat tempat setiap anggota keluarga merasa dihargai, didengarkan, dan dipahami. Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































