Incheon (MAN 1 Yogyakarta) – Dua murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta kembali menorehkan kiprah di panggung internasional. Muhammad Nafis Arfani, murid kelas XI B, dan Tara Ayu Kinanti dari kelas XII B, tampil sebagai bagian dari Gita Maizan Choir dalam ajang 5th Asia Choral Grand Prix Korea 2026 yang digelar pada 26–28 Februari 2026 di Arts Center Incheon, Korea Selatan.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Heechurl itu mempertemukan paduan suara terbaik Asia. Berbeda dari festival paduan suara pada umumnya, Asia Choral Grand Prix merupakan ajang final yang mempertemukan para pemenang Grand Prix dari berbagai kompetisi internasional sebelumnya. Para peserta merupakan juara dari festival besar seperti SICF, BICF, AOVICF, MCE, dan KICC, sehingga tingkat persaingannya jauh lebih ketat.
Dalam edisi kelima tahun ini, hanya lima kelompok paduan suara yang bertanding. Tiga di antaranya berasal dari Indonesia, yakni Gita Maizan Choir, Borneo Cantata, dan Bali Choral Academy. Dua lainnya datang dari JOA Choir (Korea Selatan) dan Eastern Chamber Singers (Filipina).
Sebagai bagian dari delegasi Gita Maizan Choir, Nafis dan Tara ikut membawakan enam repertoar lintas genre dan budaya, yaitu Cantate Domino, Il Est Bel Et Bon, Deus Ultionum, Kalimantan, Butet, dan Mambo Simbo. Pilihan lagu tersebut menampilkan perpaduan karya klasik Barat dan musik tradisional Nusantara, yang menjadi ciri khas penampilan kelompok ini di berbagai panggung internasional.

Persiapan menuju kompetisi bergengsi ini bukan perkara singkat. Para anggota paduan suara menjalani latihan rutin setiap akhir pekan selama berbulan-bulan. Menjelang waktu keberangkatan, intensitas latihan semakin ditingkatkan.
“Latihan kami berlangsung sekitar enam bulan untuk menyiapkan seluruh materi lagu sekaligus memantaskan diri tampil di panggung besar seperti Asia Choral Grand Prix,” ujar salah satu anggota tim. Latihan dilakukan secara rutin setiap Sabtu dan Minggu, dan semakin intens ketika waktu perlombaan semakin dekat.
Selain memoles teknik vokal dan interpretasi musikal, proses latihan juga membangun kekompakan antaranggota. Kebersamaan yang terjalin selama masa persiapan, menurut mereka, menjadi kunci terbentuknya chemistry saat tampil di atas panggung.
Di tengah kesibukan latihan, para anggota juga menjaga keseimbangan spiritual. Setiap sesi latihan biasanya diawali dengan shalat duha dan doa bersama, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar usaha yang dilakukan membuahkan hasil terbaik.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dua muridnya dalam ajang paduan suara tingkat Asia tersebut.
“Prestasi dan pengalaman yang diraih oleh para murid ini menjadi kebanggaan bagi madrasah. Kami berharap keikutsertaan mereka di panggung internasional dapat menginspirasi murid lain untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun seni,” ujarnya. (dee)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































