SIARAN BERITA – El Nino, Fenomena Iklim Ekstrim yang diprediksi akan melanda indonesia pada tahun 2026. Kemarau ini bukanlah kemarau biasa. Tapi kemaru yang berkepanjangan selama 7 bulan lamanya, mulai dari april hingga oktober 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun sudah menurunkan himbauan langsung kepada masyarakat tentang dampak serius yang kemungkinan ditimbulkan oleh “Godzilla El Nino”
Menurut prakiraan BRIN El Nino yang melanda tahun ini akan jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya. Sehingga diperkirakan akan berdampak pada berbagai sektor. Adanya situasi ini pun diperparah dengan adanya fenomena fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada saat yang sama. Kombinasi fenomena pun terjadi, yang diperkirakan dapat meningkatkan resiko adanya kekeringan di beberapa wilayah Indonesia.
Sektor pertanian, lebih tepatnya pada bagian produksi akan terkena dampak yang cukup serius akibat kekurangan air. Terutama pada pantai utara jawa, yang merupakan lumbung pangan nasional. Bergeser ke pulau sumatra dan kalimanta, hutan hutan yang ada di daerah tersebut pun akan mengalami kekeringan yang beresiko menimbulkan kebakaran hutan.
Mulai menjalar ke sektor ekonomi, dampaknya harga dari komoditas pangan seperti beras dan cabai dan ikan ikut melonjak, akibat dari penurunan hasil panen dan aktivitas nelayan yang terganggu karena perubahan pola migrasi ikan menjadi faktor yang memengaruhi ketersediaan dan distribusi pangan.
Berkaca dari fenomena El Nino di 2015. Kemarau panjang tersebut berhasil membumihanguskan hutan dan lahan seluas 2,6 juta hektare. Pada 2023-2024, fenomena tersebut juga menurunkan produksi beras hingga ratusan ribu ton.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat peluang terjadinya fenomena El Nino ekstrem pada tahun 2026 antara 50 dan 60 persen.
Memang, angka tersebut masih menjadi sebuah prediksi yang tidak pasti, tapi angka tersebut cukup untuk mengedukasi dan memberi peringatan kepada masyarakat untuk mulai menyiapkan atisipasi. Pada sektor pertanian petani diharapkan dapat mengubah pola tanam, dan memilih variasi tanaman yang tahan akan kondisi tanah kering.
Pengelolaan sumber daya air harus dimanfaatkan secara bijak, sebagai langkah awal mengatasi potensi dampak yang ditimbulkan kemarau berkepanjangn. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan pun harus diperketat dengan pengawasan anti pembukaan lahan.
Sedangkan bagi masyarakat daerah pesisir nelayan diharap lebih memperhatikan informasi cuaca dan kondisi laut sebelum pergi melaut. Pemerintah menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama menghadapi fenomena ini. Informasi resmi dari lembaga seperti BMKG dan BRIN diharapkan bisa menjadi panduan bagi masyarakat dalam mengambil langkah tepat.
Dengan potensi dampak yang besar dan luas, fenomena El Nino 2026 mengingatkan pentingnya penyesuaian terhadap perubahan iklim. Langkah antisipatif sejak awal diharapkan bisa mengurangi risiko dan dampak yang muncul.
Sebagai upaya jangka panjang, penanganan El Nino tidak cukup hanya bersifat responsif, tetapi juga harus mengarah pada perubahan sistem yang lebih adaptif. Pemerintah dapat mulai memperkuat riset dan inovasi terkait teknologi iklim, seperti pengembangan sistem prediksi cuaca yang lebih akurat hingga pemanfaatan teknologi desalinasi atau daur ulang air di wilayah rawan kekeringan.
Di sisi lain, diversifikasi sumber pangan juga menjadi penting agar ketergantungan pada satu komoditas dapat dikurangi saat terjadi penurunan produksi. Masyarakat pun perlu mulai membangun kebiasaan baru yang lebih tahan terhadap krisis, seperti pemanenan air hujan dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Tidak kalah penting, integrasi kebijakan antar sektor harus diperkuat agar penanganan tidak berjalan parsial. Dengan pendekatan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan kolaboratif, dampak El Nino di masa depan dapat dihadapi dengan kesiapan yang jauh lebih matang.
(Penulis: Rafi’ Ikhsan Naqi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































