SIDOARJO – Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar tentang menjaga teks suci dalam ingatan, melainkan bagaimana nilai-nilai di dalamnya tertuang dalam aksi nyata. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Fina Durrotul Laili Tambunan, seorang santriwati berprestasi dari PPTQ Nurul Falah.
Fina dikenal di lingkungannya sebagai sosok yang memiliki kecerdasan dan kedisiplinan luar biasa. Saat menimba ilmu di pesantren, ia berhasil mencatatkan pencapaian membanggakan dengan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz lebih cepat dibandingkan rata-rata santri lainnya. Namun, bagi Fina, khatamnya hafalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
Mengajar Tanpa Batas: Kolaborasi Online dan Offline
Sebagai wujud syukur atas anugerah hafalan tersebut, Fina aktif mendedikasikan waktunya untuk mengajar. Memahami perkembangan zaman, ia tidak membatasi ruang geraknya. Ia aktif mengajar Al-Qur’an baik secara offline di lingkungan sekitar maupun secara online, menjangkau murid-murid dari berbagai daerah yang ingin memperbaiki bacaan dan hafalan mereka.
Dedikasinya dalam mengajar lahir dari sebuah keprihatinan sekaligus misi mulia: ia ingin membantu lebih banyak orang, terutama mereka yang masih merasa kesulitan atau belum mampu membaca Al-Qur’an dengan benar. Bagi Fina, setiap huruf yang diajarkan adalah investasi akhirat dan langkah nyata untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an.
Jiwa Relawan: Komitmen Berbagi Manfaat
Di luar rutinitasnya sebagai penghafal dan pengajar, Fina Durrotul Laili Tambunan juga dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ia kerap terlibat dalam berbagai kegiatan kerelawanan (volunteering). Keterlibatannya dalam aksi sosial ini merupakan wujud komitmennya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia (khairunnas anfa’uhum linnas).
Melalui kegiatan relawan, Fina mengasah empati dan memperluas kebermanfaatan hafalannya. Ia membuktikan bahwa seorang penghafal Al-Qur’an juga bisa menjadi penggerak aksi kemanusiaan dan perubahan sosial di tengah masyarakat.
Visi Membumikan Al-Qur’an
Kisah Fina adalah potret generasi muda Qur’ani yang modern namun tetap berpegang teguh pada nilai agama. Ia menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah penggerak aksi. Melalui perannya di PPTQ Nurul Falah dan aktivitas sosialnya, Fina terus melangkah dengan misi besar: memastikan cahaya Al-Qur’an dapat dirasakan oleh siapa saja, tanpa terkendala jarak dan latar belakang.
“Hafalan yang kuat adalah hafalan yang mampu menggerakkan tangan untuk menolong dan lisan untuk mengajarkan kebaikan,” tuturnya dalam sebuah semangat pengabdian.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































