Golo Ruu, Manggarai Barat – Tangis isak, mata berkaca-kaca dan suara terkekeh-kekeh keluar dari bibir ibu Lusia (lansia). Wanita tersebut masih belum bisa melupakan kejadian yang membuatnya merasakan ketakutan mendalam. Hanya karena ingin membersihkan kebun dan membuat saluran air, dia sempat merasa nyawanya terancam setelah diancam oleh pasangan suami istri berinisial K dan istrinya.
“Saya hanya bikin selokan saja di kebun sendiri untuk menghindari genangan air dari limbah yang berasal dari rumah mereka, tetapi beberapa waktu berikutnya saat saya lewat tiba-tiba mereka panggil saya,” ujar ibu Lusia sambil mengusap mata yang berkaca-kaca. Saat itu, dia sedang melewati area dekat rumah pasangan K dan mendengar suara pria tersebut memanggilnya. Tanpa berpikir panjang, dia mendekatinya karena mengira ada hal penting yang perlu dibicarakan.
Namun harapan untuk komunikasi baik langsung sirna begitu dia berada di dekatnya. “Begitu aku datang, dia langsung marah besar dan membentak dengan sangat kasar,” cerita ibu Lusia dengan nada suara yang gemetar. Tak hanya itu, dia melihat istri pria K sedang meraih batu, seolah siap melemparkannya ke arahnya. Untungnya, anak dari pasangan tersebut dengan cepat menahan gerakan sang ibu agar tidak terjadi tindakan yang lebih parah.
Merasa terancam, ibu Lusia segera melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun keributan belum berakhir di situ.
Jesi, anak perempuan ibu Lusia yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, menerima informasi dari salah seorang warga yang mendengar keributan. Setelah mengetahui ibunya dibuli, Jesi menyatakan akan melaporkan peristiwa tersebut ke Kelurahan Golo Ruu.
“Saya tidak bisa tinggal diam melihat ibuku dibuli begitu saja,” ujar Jesi. Namun ucapan itu justru membuat pria K makin marah.
Karena merasa takut, Jesi kemudian berusaha pergi dari lokasi. Namun pria K tak terima dengan ancaman pelaporan dan langsung mengejarnya. Jesi berlari cepat dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian mengunci pintu rapat-rapat.
Selama beberapa menit di dalam rumah, pria K tetap berdiri di halaman sambil memarahi dan mengucapkan kata-kata kasar. Baru setelah pria tersebut pergi, Jesi berani keluar dari dalam rumah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































