Indonesia Dikuasai Algoritma? Pancasila Mulai Tergeser di Era AI
Pernah nggak kamu merasa semua sekarang serba otomatis?
Dari rekomendasi belanja, rute perjalanan, sampai sistem di pabrik semuanya diatur oleh teknologi. Tanpa sadar, kita mulai hidup di dunia yang dikendalikan oleh algoritma.
Artificial Intelligence (AI) dan sistem elektronika sekarang berkembang sangat cepat. Di pabrik, banyak pekerjaan sudah digantikan mesin otomatis. Di kota seperti Jakarta, konsep smart city membuat banyak hal berjalan sendiri berbasis data dari lampu lalu lintas sampai sistem pengawasan.
Memang sih, semua jadi lebih cepat dan efisien. Tapi ada satu hal yang mulai terasa: peran manusia makin berkurang.
Menurut World Economic Forum, sekitar 44% keterampilan kerja akan berubah karena AI. Artinya, ke depan makin banyak pekerjaan yang bisa digantikan mesin. Ini bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal nasib manusia.
Di dunia digital, kita juga sebenarnya “diarahkan”. Aplikasi seperti Gojek dan Tokopedia pakai AI untuk mengatur apa yang kita lihat, beli, bahkan pilih. Kita merasa bebas, padahal pilihan kita sudah “disusun” oleh sistem.
Nah, di sinilah pertanyaannya: di mana peran Pancasila?
Pancasila mengajarkan kemanusiaan dan keadilan. Tapi AI tidak punya rasa. Ia hanya bekerja berdasarkan data. Kalau tidak dikendalikan, teknologi bisa bikin kesenjangan makin besar yang paham teknologi makin maju, yang tidak malah tertinggal.
Belum lagi, kita masih banyak pakai teknologi dari luar negeri. Artinya, kita bukan cuma pakai alatnya, tapi juga ikut cara berpikirnya. Kalau dibiarkan, kita bisa kehilangan kendali atas teknologi yang kita gunakan sendiri.
Sebagai mahasiswa atau orang di bidang teknik, terutama elektronika, kita punya peran penting. Kita bukan cuma pengguna, tapi juga pembuat teknologi. Jadi, kita harus mulai mikir: teknologi ini mau dibawa ke mana?
Teknologi boleh makin pintar, tapi jangan sampai manusia malah “kalah pintar”.
Kalau Pancasila cuma jadi hafalan, sementara keputusan hidup kita diatur algoritma,
bisa jadi yang benar-benar memimpin Indonesia ke depan bukan manusia lagi, tapi mesin.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

























































