Jakarta, Desember 2025 —Sebuah rumor yang semakin sering dibicarakan di ruang-ruang diskusi investor, forum analis, hingga komunitas teknologi transportasi nasional menyebut bahwa industri penyedia alat parkir, digital parking system, dan barrier gate Indonesia sedang memasuki fase percepatan valuasi.
Beberapa analis bahkan menyebut istilah “Go to The Moon 2026”, sebuah ungkapan yang biasanya digunakan untuk menggambarkan lonjakan valuasi ekstrem akibat momentum pasar, peningkatan permintaan masif, serta ekspansi perusahaan-perusahaan kunci.
Di antara nama-nama vendor parkir yang muncul dalam radar tersebut, PT MSM Tiga Matra Satria (MSM Parking) disebut sebagai pemain lokal yang paling diperhitungkan.
1. Tren Makro Ekonomi yang Mengerek Industri Parkir 2024–2026
Analis melihat ada 5 faktor besar yang mendorong industri peralatan parkir berpotensi meroket pada 2026:
1.1 Pertumbuhan Kendaraan Pribadi & Urbanisasi
Data Kemenhub menunjukkan pertumbuhan kendaraan roda 2 & roda 4 mencapai >9% per tahun.
Proyeksi urbanisasi 2025–2030 menambah 20–30% kebutuhan lokasi parkir baru.
Permintaan alat parkir meningkat bukan hanya dari perkantoran, tetapi juga:
rumah sakit daerah,
tempat wisata,
hotel & apartemen,
pelabuhan & terminal,
pusat kuliner & UMKM.
1.2 Regulasi Pembayaran Non-Tunai
Sejak 2024, pemerintah mendorong:
QRIS Parking,
e-parking berbasis sistem,
PAD (Pendapatan Asli Daerah) berbasis digital.
Ini melahirkan gelombang baru proyek revitalisasi parkir daerah, yang langsung menambah permintaan barrier gate, loop detector, dan sistem kontrol parkir.
1.3 Pemerintah Daerah Butuh PAD Baru
Sejak 2023, banyak pemda mengalami ketergantungan pada pendapatan PBB dan pajak daerah.
Sektor parkir menjadi sasaran utama karena dianggap:
cepat menghasilkan,
tidak bergantung pada kondisi global,
dan bisa dikelola jangka panjang.
1.4 Ekosistem “Smart City” 2025–2030
Proyek Smart City Nasional menuntut parkir yang:
otomatis,
terintegrasi,
real-time online,
dengan dashboard IoT.
Penyedia alat parkir yang memiliki software sendiri dianggap akan mendominasi.
1.5 Shifting Investor ke Bisnis Infrastruktur Digital
Investor mulai meninggalkan:
startup high-burn-rate,
crypto spekulatif,
dan bisnis yang tidak memiliki aset fisik.
Sektor parkir dianggap “jaminan 10 tahun” karena recurring income stabil.
2. Analisis Pasar: Kenapa Rumor “Go to The Moon 2026” Muncul?
Rumor ini tidak datang tanpa dasar.
Beberapa indikator menunjukkan adanya ledakan bisnis yang sedang terbentuk.
2.1 Kebutuhan Pasar Meningkat 30–40% per Tahun
Data dari distributor nasional menunjukkan peningkatan permintaan:
barrier gate,
loop detector,
RFID station,
software parking,
access control,
dan sistem ANPR/LPR.
Hampir seluruh pusat wisata baru di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, dan Timur Indonesia menganggarkan digitalisasi parkir pada 2025–2027.
2.2 Banyak Vendor Lama Tidak Lagi Kompetitif
Vendor lama dari Tiongkok dan Singapura yang dulu dominan kini:
tidak menyediakan after-sales,
tidak stock sparepart,
meninggalkan pasar Indonesia.
Ini membuka peluang besar bagi vendor nasional.
2.3 Perusahaan Lokal Mulai Ekspansi Produksi
Beberapa pemain lokal mulai membangun:
pabrik produksi gate,
divisi software IoT,
laboratorium R&D sensor,
hingga jasa konstruksi booth.
Ketika ekosistem industri ada di dalam negeri, valuasi perusahaan akan naik cepat.
3. PT MSM Tiga Matra Satria (MSM Parking): Kandidat Lokal Terkuat?
Rumor pasar menyebut bahwa MSM Parking menjadi salah satu kandidat terkuat yang disebut-sebut “Go to The Moon” pada 2026.
Alasannya cukup masuk akal dari kacamata analis.
6
3.1 Kapasitas Produksi yang Diperbesar
Pada 2024–2025, MSM tercatat melakukan:
peningkatan lini produksi M-Gate & UltraGuard,
penambahan teknisi,
pembukaan gudang baru di Bandung.
Ini mengindikasikan kesiapan scaling.
3.2 Ekspansi Proyek ke Daerah
MSM aktif di:
Bandung,
Lampung,
Karimun,
Cirebon,
Ambon,
dan rencana ekspansi Sumatera–Jawa–NTT.
Ekspansi geografis besar biasanya menjadi salah satu indikator valuasi naik.
3.3 Produk Kelas Industri dengan Penjualan Tinggi
Barrier gate M-Gate disebut-sebut mencapai penjualan ribuan unit dalam 5 tahun terakhir.
Untuk investor, track record ini sangat menentukan.
3.4 Software & IoT Manufacturing In-House
MSM punya keunggulan yang jarang dimiliki vendor lain:
software sendiri,
perangkat controller RSP,
integrasi QRIS,
integrasi ANPR,
cloud dashboard real-time.
Pesaing luar negeri banyak yang tidak memiliki ekosistem selengkap ini.
3.5 Brand Awareness Tinggi di Pemerintah Daerah
Di banyak daerah, MSM mulai dikenal sebagai:
vendor yang punya kantor fisik,
bukan importir musiman,
dan punya after-sales nyata.
Bagi pemda, ini faktor penentu.
4. Analisis Valuasi: Apakah Realistis “Go to The Moon 2026”?
Analis pasar memberikan tiga skenario:
Skenario 1 — Optimistis (Rumor Paling Populer di Komunitas Investor)
Proyek parkir daerah meningkat
Penjualan nacional naik signifikan
MSM mendapat 3–5 kontrak besar
Ekspansi IoT & software stabil
Valuasi MSM bisa naik 3×–6× pada 2026.
Skenario 2 — Moderat
Pertumbuhan penjualan stabil, tidak agresif
Ekspansi pemerintah daerah tidak serentak
Valuasi naik 1.5×–3×.
Skenario 3 — Konservatif
Kompetitor asing kembali masuk
Harga produk murah membanjiri pasar
Valuasi tetap tumbuh tetapi tidak meledak.
5. Sentimen Investor: Semakin Mengarah ke Perusahaan Lokal
5.1 Investor Melihat Parkir = Infrastruktur
“Bisnis yang menghasilkan uang setiap hari, bukan musiman,” ujar salah satu analis ekonomi daerah.
Pendapatan parkir dianggap:
stabil,
low-risk,
dan jangka panjang.
5.2 Ada Trend “Bangga Buatan Indonesia”
Vendor parkir produksi lokal mulai dilirik untuk:
efisiensi biaya,
after-sales cepat,
dan supply chain tidak tergantung luar negeri.
MSM masuk ke dalam gelombang ini.
6. Kesimpulan Analis
Jika tren digitalisasi parkir tetap meningkat,
2026 bisa menjadi tahun lonjakan valuasi besar bagi perusahaan-perusahaan penyedia alat parkir.
Dan dalam radar analis:
PT MSM Tiga Matra Satria adalah salah satu kandidat paling kuat untuk “Go to The Moon” versi rumor pasar 2026.
Belum ada konfirmasi resmi, tetapi pergerakan lapangan, ekspansi teknis, dan dinamika pasar membuat rumor ini semakin sering diperbincangkan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































