Langkat (Humas) – Senin, (22/12/2025). Masa libur semester tidak menyurutkan semangat siswa-siswi MIN 9 Langkat untuk tetap produktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. Para siswa mengisi waktu luang di rumah dengan rutin menyiram bunga setiap pagi dan sore hari secara konsisten. Aktivitas positif ini merupakan bentuk nyata dari rasa cinta lingkungan yang telah ditanamkan sejak dini di madrasah. Melalui kegiatan sederhana ini, siswa belajar untuk bertanggung jawab terhadap makhluk hidup ciptaan Tuhan yang ada di sekitar mereka. Kebiasaan baik ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tetap berjalan meskipun proses belajar mengajar di sekolah sedang libur.
Kegiatan rutin ini merupakan implementasi langsung dari konsep Ekoteologi yang digagas oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Beliau menekankan bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian integral dari nilai-nilai spiritual dan ibadah kepada Sang Pencipta. Konsep ini bertujuan agar setiap individu mampu menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Siswa diajarkan bahwa merawat tanaman bukan sekadar hobi, melainkan tugas mulia manusia sebagai khalifah di muka bumi. Gagasan besar dari Menteri Agama ini pun disambut dengan aksi nyata oleh seluruh keluarga besar MIN 9 Langkat.
Salah satu siswa yang menunjukkan dedikasi tinggi dalam kegiatan ini adalah Arif Denino Sukma, siswa kelas VI-B MIN 9 Langkat. Di halaman rumahnya, Denino tampak telaten menyiram berbagai jenis tanaman hias dengan penuh kegembiraan setiap harinya. Ia menyadari bahwa tanaman membutuhkan asupan air yang cukup agar tidak layu di bawah terik matahari yang menyengat. Denino menjadi contoh teladan bagi teman-teman sebayanya dalam menerapkan nilai-nilai ekoteologi secara praktis di lingkungan keluarga. Apa yang dilakukan oleh Denino membuktikan bahwa liburan bisa diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi alam semesta.
Setiap pagi sebelum matahari meninggi, Denino sudah bersiap dengan alat penyiram untuk memberikan kesegaran pada tanaman-tanamannya. Ia dengan teliti memastikan setiap pot bunga mendapatkan pasokan air yang merata agar tumbuh subur dan cantik. Menurut Denino, kegiatan menyiram bunga di pagi hari membuatnya merasa lebih bersemangat untuk memulai aktivitas liburan lainnya. Udara pagi yang segar ditambah pemandangan bunga yang basah memberikan kedamaian tersendiri bagi dirinya dan keluarga. Hal ini menjadi bukti bahwa interaksi positif dengan alam dapat meningkatkan kesehatan mental dan spiritual seseorang.
Kegiatan ini berlanjut pada sore hari saat suhu udara mulai menurun dan suasana menjadi lebih teduh. Denino kembali meluangkan waktunya untuk memeriksa kondisi kelembapan tanah pada setiap tanaman yang ia rawat dengan kasih sayang. Penyiraman sore hari sangat penting untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman selama sepanjang malam yang dingin. Denino melakukan rutinitas ini tanpa paksaan, melainkan atas dasar kesadaran akan pentingnya menjaga keasrian lingkungan rumah. Semangat konsistensi inilah yang menjadi kunci keberhasilan penerapan ekoteologi di tingkat pelajar dasar seperti siswa madrasah.
Pihak Madrasah merasa bangga melihat para siswanya mampu menerjemahkan instruksi Menteri Agama ke dalam tindakan yang nyata. Kepala MIN 9 Langkat, Sopian, S. Pd. I., M. Sos., juga menyatakan bahwa aksi seperti yang dilakukan Arif Denino Sukma merupakan cerminan dari keberhasilan pendidikan agama. Guru-guru di madrasah senantiasa memotivasi siswa agar tetap menjaga kedekatan dengan alam meskipun sedang berada di rumah. Sinergi antara pemahaman agama dan praktik pelestarian alam diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Madrasah berkomitmen untuk terus mendukung program-program lingkungan yang sejalan dengan visi besar Kementerian Agama Republik Indonesia.
Orang tua Denino juga memberikan dukungan penuh terhadap aktivitas yang dilakukan putra mereka selama masa libur semester ini. Mereka merasa terbantu karena halaman rumah menjadi lebih indah dan asri berkat ketelatenan Denino dalam menyiram bunga. Selain itu, kegiatan ini dinilai lebih bermanfaat dibandingkan jika anak-anak hanya menghabiskan waktu dengan bermain gawai sepanjang hari. Orang tua berharap nilai-nilai cinta lingkungan ini akan terus melekat pada diri anak hingga mereka dewasa nanti. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menyukseskan gerakan ekoteologi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Secara lebih luas, gerakan menyiram bunga ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal siswa. Jika setiap rumah tangga memiliki kesadaran yang sama dengan siswa MIN 9 Langkat, maka keasrian lingkungan akan terjaga. Ekoteologi yang diusung oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. memang menargetkan perubahan perilaku mulai dari unit terkecil yaitu individu. Kesadaran kolektif untuk menjaga bumi merupakan solusi jangka panjang dalam menghadapi krisis iklim yang sedang melanda dunia. Siswa madrasah kini telah menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perdamaian dengan alam melalui aksi-aksi kecil.
Ke depan, MIN 9 Langkat berencana untuk terus memperkuat kurikulum berbasis lingkungan yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam yang moderat. Program menyiram bunga saat libur semester ini akan dievaluasi untuk menjadi agenda tetap bagi seluruh peserta didik. Madrasah ingin memastikan bahwa setiap lulusannya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap nasib bumi dan lingkungan hidup sekitarnya. Dengan semangat ekoteologi, masa depan generasi Indonesia diharapkan akan lebih religius namun tetap ramah terhadap alam. Mari kita terus menanam dan merawat pohon demi masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari. (Fr)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”







































































