SIARAN BERITA. Semarang (15/03/26) – Galuh Widi Widayati, seorang mahasiswa doktoral asal Indonesia ini telah merasakan tentang bagaimana ketatnya persaiangan dalam dunia pendidikan. pengalamannya selama bertahun tahun menapaki perjalanan akademik dari nasional kini nisa mencapai panggung internasional. Selain bermodal ketekunan, disiplin, konsisten, kemampuan intelektual yang tinggi, Gita juga turut mengasah keberaniannya agar terus melangkah melewati batas batas yang ada.
Putri bangsa ini memulai langkahnya di dunia akademis dari Universitas Diponegoro (Undip). Galuh lolos melalui jalur SBMPTN tahun 2018. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu seleksi nasional yang tinggi akan kompetitif, sehingga keberhasilannya menjadi awal dari perjalanan akademik yang penuh dedikasi.
Selain dikenal aktif dalam dunia akademik, Galuh Widi Widayati juga pernah menorehkan pengalaman menarik selama menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro. Pada tahun 2020, ia tercatat sebagai bagian dari Undip Cantik 2020.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Galuh memutuskan untuk melanjutkan studi ke tingkat internasional. Ia memilih Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai tempat untuk memperdalam ilmunya di bidang hukum. Di universitas tersebut, Galuh berhasil menyelesaikan pendidikan magister (S2) pada usia 23 tahun, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan kesungguhannya dalam dunia akademik.
Tidak berhenti pada jenjang tersebut, semangat belajar Galuh terus berlanjut. Pada usia 24 tahun, ia melanjutkan pendidikan doktoral (S3) di universitas yang sama, Universiti Kebangsaan Malaysia. Keputusan ini menunjukkan komitmennya untuk terus mengembangkan pemikiran akademik serta berkontribusi dalam kajian ilmu hukum di tingkat yang lebih tinggi.
Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya adalah ketika Galuh Widi Widayati berhasil menjadi finalis dalam Bangi International Conference on Law and Society 2024, sebuah konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universiti Kebangsaan Malaysia.
Dalam forum tersebut, Galuh mempresentasikan karya ilmiahnya yang berjudul “Indonesian Government Legal Action Against Human Rights Violations in Papua.” Berdasarkan surat pemberitahuan penerimaan yang dikeluarkan oleh panitia konferensi, abstrak yang ia kirimkan telah melalui proses peninjauan dan dinyatakan diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi tersebut.
Bagi seorang Galuh Widi Widayati, kesempatan untuk terlibat dalam konferensi internasional bukan sekadar sebuah pencapaian, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas perspektif, serta memperkenalkan kajian akademik kepada komunitas ilmiah yang lebih luas.
Perjalanan Galuh Widi Widayati menunjukkan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi akademik yang tinggi. Dengan ketekunan, keberanian untuk terus belajar, serta komitmen terhadap ilmu pengetahuan, langkah-langkah kecil dalam dunia akademik dapat membawa seseorang menuju panggung internasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































