27 November 2025 BENGKULU – Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pengelolaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bengkulu, Aziz Owairan, memberikan pengarahan sekaligus pembekalan kepada peserta Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang ditempatkan di Subsi Pengelolaan Rutan Bengkulu. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Subsi Pengelolaan tersebut menjadi momentum penting dalam menambah wawasan para peserta magang mengenai teknis pelaksanaan tugas dan fungsi (tusi) pengelolaan di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Aziz menyampaikan bahwa peserta magang memiliki kesempatan besar untuk belajar secara langsung mengenai dunia kerja di pemerintahan. “Magang bukan hanya tentang memenuhi persyaratan administrasi, tetapi tentang bagaimana kalian memahami dan beradaptasi dengan pola kerja yang profesional,” ujarnya.
Aziz kemudian memaparkan secara rinci tiga bidang besar yang menjadi fokus kerja Subsi Pengelolaan, yakni kepegawaian, perencanaan dan keuangan, serta pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Ketiga bidang tersebut, menurutnya, saling berkaitan dan berperan penting dalam memastikan pelayanan pemasyarakatan berjalan secara optimal.
Pada bagian kepegawaian, Aziz menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia menjadi aspek yang sangat krusial di lingkungan kerja rutan. Ia menjelaskan bahwa Subsi Pengelolaan bertugas mengatur administrasi kepegawaian, penilaian kinerja, dan pembinaan aparatur.
“Kualitas layanan rutan berbanding lurus dengan kualitas SDM yang ada di dalamnya. Karena itu, pengelolaan kepegawaian harus dilakukan dengan teliti dan penuh tanggung jawab,” terang Aziz.
Selanjutnya, ia menerangkan tentang bidang perencanaan dan keuangan, yang meliputi penyusunan rencana kerja hingga proses serapan anggaran. Aziz mengingatkan bahwa pada bidang ini dibutuhkan ketelitian dan integritas tinggi karena menyangkut transparansi pengelolaan keuangan negara.
“Setiap rupiah yang digunakan harus bisa dipertanggungjawabkan. Kami bekerja berdasarkan standar operasional yang ketat agar prosesnya bersih dan transparan,” tegasnya.
Sementara itu, pada aspek pengelolaan BMN, peserta magang diberikan pemahaman mengenai tata cara pencatatan, inventarisasi, pemanfaatan, hingga penghapusan aset negara. Aziz menegaskan bahwa BMN bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan aset negara yang harus dijaga.
Di akhir pembekalan, Aziz mengingatkan peserta magang untuk memanfaatkan masa penempatan sebagai proses pembentukan karakter profesional. Ia berpesan agar peserta menjaga kedisiplinan, etika, dan etos kerja. “Ilmu dan keterampilan bisa dipelajari, tapi karakter kerja harus dibangun dari diri sendiri dan ditunjukkan lewat perilaku nyata,” tutupnya.
Melalui pembekalan tersebut, diharapkan peserta Program Magang Nasional Kemnaker dapat memahami peran strategis Subsi Pengelolaan sekaligus mampu berkontribusi positif selama magang di Rutan Bengkulu.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”





































































