1.PENDAHULUAN
Pendidikan kewarganegaraan dalam masyarakat adalah proses pembelajaran yang bertujuan membentuk individu agar menjadi warga negara yang memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Proses ini tidak hanya terjadi di lingkungan formal seperti sekolah, tetapi juga berlangsung dalam kehidupan sehari-hari melalui keluarga, lingkungan sosial, dan media. Melalui pendidikan ini, masyarakat diajarkan berbagai nilai seperti toleransi, gotong royong, demokrasi, dan keadilan. Selain itu, individu juga didorong untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan kehidupan publik. Pendidikan kewarganegaraan turut menumbuhkan rasa nasionalisme serta cinta terhadap tanah air. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu bersikap lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi. Mereka juga dapat bertindak secara bertanggung jawab dalam kehidupan sosial. Pada akhirnya, tujuan dari pendidikan ini adalah membentuk warga negara yang berkualitas, aktif, dan memiliki integritas.
Administrasi publik dalam kehidupan masyarakat dapat dipahami sebagai upaya pemerintah dalam mengelola berbagai kepentingan publik agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik dan teratur. Proses ini mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan terhadap kebijakan dan layanan publik. Layanan yang dimaksud meliputi bidang seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, dan sosial. Dalam praktiknya, administrasi publik tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan peran masyarakat dan sektor swasta. Tujuan utamanya adalah menciptakan kesejahteraan serta memastikan pelayanan yang adil dan merata bagi semua. Selain itu, prinsip keterbukaan dan tanggung jawab sangat ditekankan dalam pelaksanaannya. Keterlibatan masyarakat juga penting agar kebijakan yang dibuat lebih tepat sasaran. Dengan begitu, administrasi publik dapat menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pendidikan kewarganegaraan dan administrasi publik memiliki hubungan yang erat dalam kehidupan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan membantu membentuk warga yang memahami hak dan kewajibannya dengan baik. Selain itu, pendidikan ini juga mendorong masyarakat untuk berpikir kritis dan aktif berpartisipasi dalam kehidupan publik. Di sisi lain, administrasi publik berfungsi menjalankan kebijakan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Warga yang memiliki kesadaran tinggi akan ikut mengawasi dan terlibat dalam jalannya pemerintahan. Sementara itu, administrasi publik yang berjalan baik akan menghadirkan pelayanan yang adil dan terbuka. Keduanya saling mendukung dalam menciptakan sistem pemerintahan yang efektif. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat dapat lebih mudah terwujud.
2. OPINI
Kaitan keduanya dapat terlihat secara nyata dalam berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia, Salah satu contoh kasus nyatanya yaitu kasus Korupsi Pengadaan laptop chromebook kemendikbud. Kasus ini merupakan dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook senilai sekitar Rp9,9 triliun untuk program digitalisasi pendidikan di Indonesia. Program ini awalnya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi dalam pelaksanaannya justru menimbulkan masalah serius dalam administrasi publik.
Kasus ini menunjukkan berbagai kegagalan dalam administrasi publik, mulai dari kebijakan yang tidak sepenuhnya berbasis pada kebutuhan masyarakat, seperti penggunaan Chromebook yang kurang efektif karena bergantung pada akses internet yang belum merata di banyak daerah. Selain itu, terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang dalam bentuk korupsi, di mana anggaran pendidikan yang sangat besar justru tidak digunakan sebagaimana mestinya. Lemahnya pengawasan pemerintah juga terlihat dari tetap berjalannya proyek meskipun sejak awal sudah memiliki banyak kelemahan. Di sisi lain, kurangnya transparansi dan akuntabilitas membuat proses pengambilan keputusan tidak terbuka kepada publik. Permasalahan ini semakin diperparah dengan tidak sinkronnya kebijakan antara pemerintah pusat dan kondisi nyata di daerah, khususnya wilayah terpencil (3T), sehingga kebijakan yang dibuat tidak tepat sasaran.
Kasus ini sangat berkaitan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan kewarganegaraan, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan dalam kehidupan bernegara. Dalam teori, negara seharusnya hadir untuk melayani masyarakat dan memastikan setiap warga mendapatkan haknya, termasuk hak atas pendidikan yang layak. Namun kenyataannya, dalam kasus ini justru terlihat adanya penyalahgunaan anggaran pendidikan dan kebijakan yang kurang berpihak pada kebutuhan rakyat. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai moral yang diajarkan dalam PKn belum sepenuhnya diterapkan dalam praktik pemerintahan sehari-hari.
Menurut saya, kasus ini menunjukkan adanya masalah serius dalam integritas administrasi publik di Indonesia, apalagi yang terdampak adalah sektor pendidikan yang seharusnya menjadi fondasi Pembangunan bangsa. Ketika anggaran pendidikan yang begitu besar justru tidak digunakan dengan semestinya, dampaknya tidak hanya soal kerugian uang negara, tetapi juga menyangkut nilai moral dan kepercayaan masyarakat. Masalah utamanya terlihat dari kebijakan yang tidak benar-benar mempertimbangkan kondisi di lapangan, di mana penggunaan Chromebook tetap dipaksakan meskipun sudah ada bukti bahwa perangkat tersebut kurang efektif. Hal ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan belum sepenuhnya rasional dan belum berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Ditambah lagi, keterlibatan banyak pejabat menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya terjadi pada individu, tetapi sudah menyangkut sistem, termasuk lemahnya pengawasan dari dalam pemerintahan.
Jika dilihat dari sudut pandang pendidikan kewarganegaraan, kasus ini bisa berdampak pada menurunnya kepercayaan generasi muda terhadap negara. Di satu sisi, mereka diajarkan nilai kejujuran dan tanggung jawab, tetapi di sisi lain mereka melihat praktik yang tidak sesuai dengan nilai tersebut. Kondisi ini bisa membuat masyarakat menjadi apatis dan kurang percaya pada pemerintah. Namun, di balik itu, terungkapnya kasus ini juga menunjukkan bahwa peran masyarakat dan penegak hukum masih berjalan dengan baik sebagai bentuk pengawasan. Jika kejadian seperti ini terus berulang, dampaknya bisa semakin luas, mulai dari menurunnya kualitas pendidikan hingga melemahnya demokrasi. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan serius dalam administrasi publik, terutama dalam hal keterbukaan, tanggung jawab, dan sistem pengawasan agar kepercayaan masyarakat bisa kembali pulih.
3. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian dan kasus yang telah dijelaskan, Kesimpulannya, pendidikan kewarganegaraan dan administrasi publik memiliki keterkaitan yang kuat dalam kehidupan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan membantu membentuk masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya. Sementara itu, administrasi publik bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun, kasus Chromebook memperlihatkan adanya perbedaan antara teori dan kenyataan di lapangan. Masih terdapat berbagai masalah seperti kebijakan yang kurang tepat, pengawasan yang lemah, dan kurangnya keterbukaan. Hal ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat. Bahkan, generasi muda bisa menjadi lebih ragu terhadap pemerintah. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan dalam administrasi publik serta penguatan nilai-nilai kewarganegaraan.
NAMA : Hamdi Masfu’adi
KELAS : E
NIM : 25040730190
PRODI : Administrasi Publik
FAKULTAS : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer































































