Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini semakin pesat dan telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang industri kreatif. Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah kemampuan AI dalam menghasilkan video dan suara yang menyerupai manusia asli secara hampir sempurna. Teknologi ini memungkinkan pembuatan konten digital yang sulit dibedakan antara hasil rekayasa dan realitas.
Kemajuan ini tentu membawa berbagai kemudahan, khususnya bagi para kreator digital. Proses pembuatan konten menjadi lebih cepat, efisien, dan praktis. AI mampu membantu dalam pembuatan video, pengisian suara (voice over), hingga simulasi wajah manusia tanpa perlu melibatkan banyak sumber daya.
Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan AI dalam pembuatan video dan suara realistis juga menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah potensi penyalahgunaan teknologi, seperti pembuatan konten palsu (deepfake) yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi hoaks, manipulasi identitas, hingga merugikan individu maupun kelompok tertentu. Selain itu, ketergantungan terhadap AI juga berpotensi mengurangi kreativitas, karena ide yang dihasilkan cenderung seragam dan kurang memiliki nilai orisinalitas.
Jika dipandang dari kacamata Pancasila, penggunaan teknologi seharusnya tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tidak digunakan untuk merugikan orang lain. Penyebaran konten manipulatif jelas bertentangan dengan prinsip kejujuran dan etika. Selain itu, penyalahgunaan teknologi AI dapat memicu perpecahan di masyarakat melalui penyebaran informasi yang tidak benar. Hal ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan publik serta menimbulkan konflik sosial yang merugikan banyak pihak.
Dengan demikian, meskipun teknologi AI menawarkan berbagai kemudahan dan inovasi, penggunaannya tetap harus diimbangi dengan kesadaran etika dan tanggung jawab. Kita tidak hanya dituntut untuk mampu mengembangkan teknologi, tetapi juga harus memahami dampak sosial yang ditimbulkan. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diarahkan agar tetap mendukung kreativitas manusia serta selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Gambar 1. Ilustrasi Perkembangan AI
(Sumber : unsplash.com)
Penulis: Yesha Sancristi
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































