KURIKULUM Merdeka ternyata justru menjadi bumerang dalam dunia pendidikan Indonesia. Sosialisasi yang berantakan dan tujuan yang tidak jelas telah menciptakan kekacauan besar di kalangan guru dan sekolah. Hasil PISA 2022 yang buruk semakin membuktikan bahwa kurikulum ini justru menjerumuskan pendidikan kita ke dalam jurang kemunduran. Yang lebih mengkhawatirkan, kurikulum ini tidak mampu memperbaiki kesalahan-kesalahan fatal pada kurikulum sebelumnya, malah berpotensi menciptakan generasi yang tertinggal secara akademis.
Menyikapi hal tersebut, langkah strategis mutlak diperlukan jika kurikulum ini akan diterapkan secara nasional. Peningkatan sosialisasi dan pelibatan aktif semua pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan siswa, dalam proses pengembangan kurikulum menjadi kunci untuk membangun pemahaman bersama. Selain itu, peninjauan ulang terhadap desain pembelajaran dan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan profesional yang berkelanjutan sangat penting untuk memastikan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai.
Di tengah berbagai kritik, terdapat secercah harapan yang ditunjukkan oleh data asesmen nasional. Data dari sampel 54 sekolah pada periode 2022-2023 menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kompetensi literasi dan numerasi siswa. Temuan ini membuktikan bahwa kurikulum ini memiliki potensi untuk memperbaiki hasil pembelajaran. Namun, data yang sama juga mengingatkan bahwa tantangan besar masih menanti, terutama dalam menyetarakan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil.
Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan harus tetap dilakukan. Kolaborasi antara Guru Penggerak, Kepala Sekolah Penggerak, dan Pelatih Ahli telah meletakkan fondasi yang baik. Nilai-nilai inti dalam Profil Pelajar Pancasila, seperti berpikir kritis, kreatif, dan berakhlak mulia, juga telah mulai diintegrasikan dalam lingkungan belajar. Inilah aset berharga yang harus dikembangkan lebih lanjut.
Dengan kata lain, meskipun perjalanan Kurikulum Merdeka masih diwarnai tantangan, fondasi untuk perbaikan pendidikan telah diletakkan. Dengan strategi implementasi yang lebih matang, pemanfaatan data yang optimal, dan komitmen untuk terus menyempurnakan, kurikulum ini diharapkan dapat mewujudkan visinya dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul dan kompetitif di kancah global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































