Di tengah derasnya konten hiburan di media sosial, muncul satu akun unik yang berhasil mencuri perhatian netizen dari berbagai daerah. Adalah @technoust, akun kelas 12 dari SMA Negeri 1 Pagaden, Kabupaten Subang, yang belakangan ini viral habis dengan total 60 juta views lintas platform, dengan 50 juta dari Instagram dan 10 juta dari TikTok, menjadikannya salah satu akun kelas paling spektakuler di ranah pelajar.
Fenomena ini bermula dari konten-konten sederhana khas anak sekolah. Mulai dari kelas kompak bikin seragam, tingkah random satu kelas, hingga POV yang relate banget dengan kehidupan pelajar masa kini. Gaya mereka yang autentik, polos, dan penuh energi remaja membuat penonton betah dan merasa, “Relate banget sama kehidupanku di sekolah.”
Yang paling viral adalah konten membuat jersey kelas super kebesaran yang bisa muat dua orang, yang berhasil menembus 11,1 juta views dalam 2 bulan saja. Konten ini bukan hanya lucu dan menghibur, tapi juga menunjukkan kekompakan seluruh siswa, dari yang pemalu hingga yang paling rame. Visual kelas yang penuh warna, vibe ceria, dan suasana sekolah yang natural membuat konten mereka terasa hangat dan dekat dengan penonton.

Kekompakan mereka bukan gimmick semata. Hampir setiap konten melibatkan seluruh anak kelas, dari persiapan ide, pengambilan video, sampai editing sederhana. Hal ini membuat setiap video terasa autentik, penuh energi, dan relatable. Penonton tidak hanya tertawa, tapi juga merasakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan menyenangkan.
Viralitas @technoust juga membuka peluang baru bagi mereka. Dengan mengelola akun secara kreatif, mereka mulai mendapat tawaran endorsement dan kolaborasi dari berbagai brand, mulai dari konveksi kaos kelas, jersey, pakaian adat, MUA, hingga skincare yang sesuai untuk pelajar. Semua keuntungan yang diperoleh dimanfaatkan untuk kepentingan kelas, seperti uang kas, merchandise, hingga perlengkapan konten lanjutan, sehingga setiap siswa bisa merasakan manfaat langsung dari kreativitas mereka.

Keberhasilan akun ini membuktikan bahwa konten kreatif anak sekolah bisa menjadi media hiburan sekaligus peluang nyata. Banyak pelajar di Indonesia mulai membuka mata, bahwa membuat akun kelas yang konsisten, relate, dan dilakukan bersama-sama, bisa menghasilkan karya yang menyenangkan dan memberi impact. Ide sederhana seperti jersey super kebesaran atau POV lucu bisa menjadi viral jika disajikan dengan kekompakan, kreativitas, dan energi yang tulus.

Kini, @technoust bukan lagi sekadar akun kelas biasa. Mereka telah menjadi contoh nyata bahwa kekompakan dan kreativitas pelajar bisa jadi magnet besar di media sosial. Akun ini menghibur, inspiratif, dan sekaligus mengharumkan nama SMA Negeri 1 Pagaden. Dengan konten yang selalu segar, antusiasme followers yang terus naik, dan kolaborasi kreatif yang terus berkembang, perjalanan mereka diyakini baru memulai babak kesuksesan berikutnya.

Cerita mereka menjadi motivasi nyata bagi pelajar di seluruh Indonesia: jangan takut untuk bereksperimen, berkreasi, dan memanfaatkan media sosial secara positif. Mulai dari hal-hal sederhana di kelas, ide kreatif bisa menjadi konten yang menghibur, viral, dan bahkan memberi manfaat nyata bagi semua anggota kelas. @technoust membuktikan bahwa dengan kebersamaan, ide sederhana bisa menjadi sesuatu yang luar biasa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”











































































