Indonesia dalah salah satu Negara yang kaya akan budaya dan seni yang beragam. Kesenian Rudat adalah kesenian tradisional dari Indonesia, khususnya dari Banten dan Lombok, yang merupakan perpaduan seni tari, musik, dan bela diri pencak silat. Kesenian ini bernafaskan Islam, dengan gerakan ritmis dan dinamis yang biasanya diiringi oleh syair religius atau sholawat menggunakan alat musik rebana atau gendang. Rudat ditampilkan dalam acara-acara penting seperti upacara adat, pernikahan, khitanan, dan penyambutan tamu untuk tujuan hiburan, dakwah, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.
Ciri-ciri kesenian Rudat adalah kesenian yang menggabungkan unsur tari, musik (rebana/gendang, syair sholawat), dan bela diri (pencak silat). Iringan musiknya tak jauh bernafaskan islam, yakni berupa lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, seperti dari Kitab Barzanji atau sholawat lainnya.
Seni Rudat memiliki Gerakan yang ritmis, dinamis, dan energik, mencakup gerakan silat seperti memukul, menendang, dan menangkis. Kostum yang digunakan umumnya bernuansa Islami, dapat berupa busana muslim, baju koko, atau pakaian adat dengan warna-warna cerah dan perlengkapan seperti ikat kepala, selempang, atau sarung tangan putih dengan tujuan sebagai media hiburan, hiburan, dakwah, dan pendidikan moral. Kesenian ini juga digunakan untuk mempererat semangat kebersamaan dan rasa syukur. Segala bentuk kesenian rudat seringkali ditampilkan pada acara khitanan, pernikahan, penyambutan tamu, upacara adat, dan peringatan hari-hari besar Islam. Sejarah dan perkembangan. Kesenian Rudat sudah ada sejak abad ke-15 di Suku Sasak Lombok dan berkembang di Jawa Barat sekitar abad ke-16. Kata “Rudat” dapat berasal dari bahasa Arab “raudah” (taman) atau “radda” (menangkis), atau dari nama alat musik pengiringnya, rudat.
Kesenian ini diwariskan secara turun-temurun dan terus berkembang. Saat ini, Rudat juga dilestarikan dan dikenalkan di sekolah-sekolah sebagai warisan budaya lokal. Hal ini agar budaya dan seni yang ada di Indonesia tetap ada dan di lestarikan oleh masyarakat Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































