KARIMUN — Kinerja Bupati Karimun Iskandar Syah bersama Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Karimun Tohap Siahaan mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Meski dilakukan secara bertahap, berbagai program penataan dan digitalisasi layanan publik dinilai menjadi fondasi penting bagi percepatan pembangunan Kota Tanjung Balai Karimun dalam 1–2 tahun pertama masa kerja.
Salah satu sektor yang paling terlihat mengalami perubahan adalah pengelolaan parkir. Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dishub mulai menerapkan sistem parkir berbasis digital di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan pasar dan pelabuhan. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi, menekan kebocoran retribusi, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Karimun Iskandar menegaskan bahwa digitalisasi bukan semata persoalan teknologi, melainkan bagian dari reformasi tata kelola pelayanan publik. Menurutnya, sektor parkir selama ini memiliki potensi besar namun belum dikelola secara maksimal.
“Parkir ini kelihatannya sederhana, tapi dampaknya besar. Kalau ditata dengan baik, transparan, dan sesuai aturan, hasilnya langsung dirasakan daerah dan masyarakat,” ujar Iskandar dalam salah satu kegiatan evaluasi sektor perhubungan.
Dishub Fokus pada Sistem dan Edukasi
Di bawah koordinasi Kadishub Tohap Siahaan, Dishub Karimun tidak hanya melakukan penataan sistem, tetapi juga sosialisasi dan pembinaan kepada juru parkir serta pelaku usaha. Pendekatan ini dilakukan agar transisi dari sistem manual ke digital berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial.
Tohap menegaskan bahwa digitalisasi justru bertujuan menciptakan keadilan dan kepastian, baik bagi masyarakat pengguna jasa parkir maupun bagi para petugas di lapangan.
“Kami ingin sistem ini rapi, terukur, dan mudah diawasi. Hak masyarakat jelas, hak daerah juga terlindungi. Ini bukan untuk mempersulit, tapi menertibkan,” kata Tohap.
Dampak Langsung Mulai Terasa
Seiring penerapan sistem baru, Pemkab Karimun mulai melihat peningkatan efektivitas pengelolaan retribusi, khususnya di area dengan tingkat aktivitas tinggi. Selain itu, penataan parkir juga berdampak pada ketertiban lalu lintas dan kenyamanan ruang publik, terutama di pusat kota dan kawasan pelabuhan.
Pengamat kebijakan daerah menilai langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai serius membangun Karimun dengan pendekatan data, sistem, dan transparansi, bukan sekadar kebijakan administratif.
Prediksi Perkembangan 1–2 Tahun ke Depan
Dengan fondasi digitalisasi parkir, pasar, dan sektor layanan publik lainnya yang mulai dibangun, Tanjung Balai Karimun diprediksi akan mengalami percepatan pertumbuhan ekonomi lokal dalam satu hingga dua tahun ke depan. Peningkatan PAD dinilai akan membuka ruang fiskal lebih luas bagi pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan layanan dasar.
Kolaborasi antara Bupati Iskandar dan Kadishub Tohap disebut menjadi salah satu faktor kunci, karena kebijakan di tingkat pimpinan berjalan seiring dengan eksekusi teknis di lapangan.
Pelan namun pasti, Karimun mulai bergerak menuju wajah baru: kota yang lebih tertib, transparan, dan siap menyongsong transformasi digital sebagai bagian dari pembangunan jangka menengah daerah.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”








































































