Bayangkan notifikasi smartphone yang berbunyi tanpa henti sejak pagi hingga malam hari. Bagi sebagian orang, menghadapi ratusan pesan masuk tentu melelahkan. Namun bagi Eka Satria Aprian, hal tersebut justru menjadi tanda berkembangnya bisnis yang ia bangun dari nol.
Pemuda kelahiran 2004 ini berhasil membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk meraih kesuksesan. Kini, ia dikenal sebagai pendiri PT Eka Berkah Palugada, sebuah bisnis digital yang berangkat dari filosofi sederhana: “Apa Lu Mau, Gua Ada.”
Awal Perjalanan: Melihat Peluang dari Kebutuhan Sekitar
Berbeda dengan banyak pelaku usaha yang fokus mencari produk unik, Eka justru mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Ia mengusung konsep palugada—menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan secara cepat dan tepat.
Di awal merintis, Eka menangani semuanya sendiri, mulai dari layanan pelanggan, pemasaran, hingga operasional. Baginya, kekuatan utama bukan pada produk semata, melainkan pada kemampuan menghadirkan solusi secara cepat dan terpercaya.
“Jangan menunggu punya produk sempurna untuk mulai berbisnis. Mulailah dari apa yang dibutuhkan orang di sekitarmu.”
Titik Balik: Viral dari Penjualan Printer dan CCTV
Momentum besar datang ketika Eka fokus pada penjualan printer dan CCTV—dua produk yang saat itu memiliki permintaan tinggi.
Strategi pemasaran digital yang tepat membuat produknya viral di berbagai platform. Hasilnya, penjualan mencapai lebih dari 1.100 unit, sekaligus mendorong omzet bisnisnya stabil di kisaran Rp40–50 juta per bulan.
Digitalisasi Bisnis: Lahirnya ekastore.online
Seiring meningkatnya permintaan, Eka menghadapi tantangan baru: lonjakan pesan pelanggan yang mencapai 300–600 chat per hari.
Untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalitas layanan, ia meluncurkan situs resmi ekastore.online. Platform ini memungkinkan pelanggan melakukan pemesanan secara langsung tanpa harus menunggu balasan manual.
Salah satu keunggulan utama situs ini adalah tanpa biaya admin, sehingga pelanggan mendapatkan harga yang lebih transparan dan kompetitif dibandingkan marketplace pada umumnya.
Ekspansi Usaha: Masuk ke Bisnis Pertiketan
Tak berhenti di sektor elektronik, Eka memperluas bisnisnya ke jasa penjualan tiket (ticketing). Ia menyediakan berbagai tiket hiburan, mulai dari konser musik hingga pertandingan olahraga.
Di tengah maraknya penipuan tiket, Eka membangun sistem transaksi yang aman dan terpercaya, sehingga mampu menarik kepercayaan konsumen.
Kunci Sukses: Adaptif dan Berani Ambil Peluang
Di usia 22 tahun, perjalanan Eka menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih siapa saja yang berani memulai.
Strategi harga yang kompetitif, jaringan supplier yang kuat, pelayanan responsif, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital menjadi fondasi utama bisnisnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang konsisten bisa berkembang menjadi sesuatu yang besar.
Pertanyaannya sekarang: langkah apa yang akan kamu ambil hari ini untuk memulai?
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































