Kolonel Wawan Gunawan: Peran Bakamla RI dan Generasi Muda Duta Maritim dalam Mendukung Blue Economy
Jakarta, 16 Agustus 2025 – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung terwujudnya konsep Blue Economy atau ekonomi biru . Hal ini ditegaskan oleh Kolonel Wawan Gunawan, Anjak Madya Bakamla RI, dalam sebuah forum bersama para Duta Maritim Indonesia yang hadir sebagai representasi generasi muda dari berbagai daerah di tanah air.
Menurut Kolonel Wawan Gunawan, Ekonomi Biru adalah paradigma pembangunan baru yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Indonesia, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan 70 persen wilayah laut, memiliki modal luar biasa untuk menjadi poros maritim dunia. Namun, potensi besar ini tidak dapat terwujud tanpa keamanan laut yang kuat serta kesadaran generasi penerus bangsa untuk menjaga ekosistem laut.
“Blue Economy bukan sekadar mengembangkan ekonomi berbasis laut, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa laut adalah ruang hidup kita. Tanpa laut yang sehat, tidak ada kehidupan. Oleh karena itu, Bakamla RI berdiri di garda terdepan, memastikan laut Indonesia aman dari ancaman, baik dari pencurian ikan, penyelundupan, maupun kerusakan lingkungan,” ungkap Kolonel Wawan Gunawan.
Tekanannya, keberhasilan upaya laut tidak hanya terletak pada aparat negara, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dan generasi muda. Dalam kesempatan ini, Kolonel Wawan mengapresiasi kehadiran Duta Maritim Indonesia yang membawa semangat baru untuk membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya laut bagi masa depan bangsa.
“Generasi muda seperti para Duta Maritim adalah harapan bangsa. Mereka memiliki suara, semangat, dan kreativitas untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Kami di Bakamla RI percaya, sinergi antara aparat penegak keamanan laut dan duta maritim akan menjadi kekuatan besar dalam membangun Ekonomi Biru yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, para Duta Maritim mendapatkan penjelasan mendalam mengenai bagaimana laut bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga benteng pertahanan bangsa. Dari jalur perdagangan, penyedia pangan, hingga jalur perjuangan kemerdekaan, laut telah terbukti menjadi nadi kehidupan Indonesia.
Tamara Tanjung, salah satu Duta Maritim asal Padang Lawas Utara, menyampaikan kesan dan menambahkan. Ia menegaskan bahwa menjaga laut sama dengan menjaga masa depan. “Laut adalah penghubung, bukan pemisah. Di dalamnya tersimpan sejarah, budaya, dan harapan. Sebagai generasi muda, kami tidak hanya bangga mewarisi kekayaan laut, tetapi juga siap menjaganya agar tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi berikutnya,” ujarnya penuh semangat.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya membangun literasi maritim di kalangan masyarakat. Edukasi sejak dini mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut, mencegah pencemaran, serta menghargai budaya bahari nusantara menjadi kunci keberhasilan Blue Economy. Dengan pemahaman ini, laut tidak hanya dipandang sebagai sumber ekonomi, tetapi juga merupakan warisan identitas bangsa.
Kolonel Wawan menutup pesan inspiratifnya: “Blue Economy adalah jalan menuju Indonesia Emas 2045. Dengan laut yang aman, masyarakat yang peduli, dan generasi muda yang tergerak, saya yakin Indonesia akan berdiri sebagai poros maritim dunia. Bakamla RI siap berkolaborasi, dan kami percaya para Duta Maritim adalah mitra penting dalam perjuangan ini.”
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Para Duta Maritim pulang dengan tekad yang kuat untuk menjadi agen perubahan, membawa pesan tentang pentingnya laut kepada komunitas masing-masing, serta memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian maritim Indonesia. Dari laut yang biru, Indonesia menatap masa depan dengan penuh harapan.