JAMBI — Di tengah kian meredupnya budaya menulis di kalangan generasi muda, Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa (PIKMA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tampil sebagai motor penggerak baru. Melalui webinar nasional “Penulisan Artikel Ilmiah & Publikasi” pada Jumat (15/8/2025), UKM yang baru berusia dua tahun itu berupaya membangkitkan gairah literasi akademik sekaligus menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk menembus publikasi ilmiah.
Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom ini berhasil menyedot perhatian 103 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Antusiasme peserta dinilai sebagai bukti bahwa literasi akademik dan publikasi ilmiah masih menjadi kebutuhan penting di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin ketat.
Ketua Umum UKM PIKMA, Hanifa Nur Rahmah, dalam sambutannya menekankan bahwa menulis bukanlah sekadar memenuhi kewajiban akademik. Lebih dari itu, menulis merupakan cara mahasiswa meninggalkan jejak pemikiran yang bermanfaat. “Menulis artikel ilmiah bukan hanya soal memenuhi syarat akademik, tapi juga meninggalkan jejak pemikiran, menyumbang solusi, dan membuktikan bahwa ide-ide yang kita punya layak untuk dibaca, dipertimbangkan, bahkan dikembangkan,” ujarnya.
Apresiasi khusus diberikan oleh Pembina UKM PIKMA, Dion Ginanto, Ph.D. Ia menyinggung prestasi Ahmad Husairi, alumni Fakultas Syariah UIN Jambi, yang menjadi lulusan pertama tanpa skripsi melalui jalur publikasi artikel ilmiah. Menurutnya, capaian tersebut adalah tonggak sejarah yang patut dikenang. “Prestasi itu membanggakan dan akan selalu menjadi catatan penting, karena menunjukkan bahwa publikasi bisa menjadi alternatif akademik yang lebih relevan dengan zaman,” kata Dion.
Dion menambahkan, menulis adalah warisan intelektual yang tak lekang oleh waktu. Ia mencontohkan bagaimana R.A. Kartini, Bung Hatta, hingga Ki Hajar Dewantara dikenang luas karena karya tulis mereka. Menurutnya, budaya menulis yang kini mulai ditinggalkan generasi muda harus kembali digiatkan, sebab publikasi ilmiah memiliki dampak lebih luas ketimbang sekadar skripsi.
Dalam kesempatan itu, Dion juga menekankan bahwa menerbitkan artikel di jurnal bereputasi, khususnya di tingkat Sinta 2, memang penuh tantangan. Namun, capaian tersebut lebih membanggakan karena dapat diakses publik secara luas. “Kampus menanti lahirnya nama-nama baru yang mampu menembus publikasi ilmiah. Mari luruskan niat, jadikan kegiatan ini sebagai sarana tholabul ilmi sekaligus meningkatkan potensi diri,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Husairi, S.H., C.PS., yang hadir sebagai narasumber utama, menegaskan bahwa publikasi ilmiah kini menjadi peluang baru bagi mahasiswa. Selain melatih daya kritis, publikasi juga dapat menjadi jalur alternatif meraih gelar sarjana tanpa skripsi, sebagaimana kebijakan akademik terbaru yang mulai diberlakukan di sejumlah perguruan tinggi. “Menulis artikel adalah cara kita membuktikan eksistensi akademik sekaligus melatih daya kritis. Inilah yang akan membedakan lulusan kampus yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.
Sejak berdiri pada 2023, PIKMA berkomitmen menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan berbagi pengetahuan di kalangan mahasiswa UIN Jambi. Melalui program-program literasi, PIKMA ingin melahirkan generasi penulis muda yang berani mengekspresikan gagasan, mempublikasikan karya, dan menghadirkan kontribusi nyata di dunia akademik. Dengan semangat itu, PIKMA berharap bisa mencetak lebih banyak mahasiswa yang berpengaruh, baik di tingkat nasional maupun global.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































